Erabaru.net. Kapan terakhir kali Anda duduk untuk makan dan memikirkan dari mana asal makanan yang Anda makan?

Atau berapa lama waktu yang dibutuhkan petani untuk bekerja di ladang dan potensi pengorbanan yang mereka buat untuk mengolah hasil panen, mencari nafkah untuk keluarga mereka, tetapi juga pemasok kita sebagai konsumen akhir?

Katie Spence Pugh adalah ibu dari 3 anak dan istri seorang petani.

Pada hari ini, dia berbagi sebuah ceritanya di Instagram yang telah menarik setidaknya ribuan orang yang telah berbagi postingnya.

©Facebook | Katie Spence Pugh

Sementara dia tidak mengambil bagian dalam pekerjaan pertanian itu sendiri, dia menggambarkan di blog keluarganya itu karena suaminya Eugene Pugh membantu menjalankan pertanian keluarganya.

Dia membantunya dengan merawat rumah dan anak-anak sebagai pekerjaannya seluruh waktunya.

©Facebook | Katie Spence Pugh

Tapi seperti musim panen, ada kalanya di mana suaminya akan bekerja untuk waktu yang panjang, termasuk akhir pekan.

Hal ini pada gilirannya meningkatkan bebannya karena harus sendiri merawat anak-anaknya pada akhir pekan dan bahkan melakukan lebih banyak pekerjaan di sekitar rumah.

Di postingnya Pugh berkata, “Saya lelah. Saya kesal dan bahwa dia telah mengirimi pesan pada suaminya yang mengatakan kepadanya saya merasa muak dengan seberapa banyak dia bekerja dan dengan semua yang harus saya sendiri lakukan setiap hari.”

Saat berikutnya adalah ketika dia mengambil foto, pada saat itulah Pugh menggambarkan “Itu memukul saya.”

©Facebook | Katie Spence Pugh

“Tidak hanya suaminya tidak mengeluh setelah pulang dari pertanian seharian, tapi katanya dia menyesal sudah capek dan merasa seperti itu,” kata Pugh.

Dia bahkan membuat sendiri makan malam dan duduk untuk memakannya sendiri tapi kemudian putrinya Charlotte bergabung makan dengannya, yang dengan senang hati berbicara dengan ayahnya dan juga mengambil beberapa suap makanannya.

Dia melanjutkan postingannya:

“Apakah saya berharap bahwa kami melihatnya lebih dari satu jam sehari? Iya. Tapi, kecintaan yang dia miliki untuk keahliannya adalah sesuatu yang membuatku iri. Petani bekerja dalam profesi tanpa pamrih. Selalu saja non transgenik ini dan organik itu, dan mari kita bahkan tidak membicarakan stres dari Ibu Alam. Ini adalah orang yang bekerja untuk menegakkan 4 generasi dngan keringat dan air mata darah dan menunjukkan kepada anak-anaknya nilai kerja keras dan disiplin.”

“Jadi sementara saya merasa frustrasi, saya seharusnya merasa bersyukur. Saya harus duduk untuk makan malam dan mendengar semua cerita dari hari bersama anak-anak. Aku harus mmandikan mereka dan mendengar jeritan dan cekikian mereka. Saya harus meringkuk dan mencintai mereka selama 3 jam lebih banyak dari yang dia lakukan. Dia yang mengorbankan, bukan aku. Kami akan terus bertahan sampai hari hujan berikutnya ketika kita mendapatkan beberapa jam ekstra dengan pekerja keras kita. Sementara itu, pada saat Anda memakai kemeja katun yang nyaman atau makan makanan segar pertanian yang lezat, terimakasih kepada seorang petani. Bagaimana dengan kita ini tanpa mereka? ”

Akhir dari posting Pugh adalah pengingat bagi kita semua bahwa seorang petani mengorbankan begitu banyak untuk keahlian mereka dan juga keluarga mereka.

Ini bukan pekerjaan mudah tapi kita harus bersyukur ada petani di luar sana yang mau melakukan pekerjaan itu. (hui/rp)

Share

Video Popular