“Ini menunjukkan begitu banyak hal dalam satu bingkai gambar. Bagaimana mereka tidak melihat warna. Bagaimana dia tidak menghakiminya. Bagaimana dia tidak mengikuti apa yang “orang-orang” katakan seperti apakah yang normal itu dan kemudian memperlakukannya seperti orang lain.”

(Foto : Facebook | LaSasha McGee)

Anak-anak tidak memiliki gagasan yang terbentuk sebelumnya dalam pikiran mereka karena pengalaman tidak mencemari hati mereka yang tidak berdosa.

Mereka selalu diajarkan untuk mengatakan yang sebenarnya dan harus jujur setiap saat, dan karena itu mereka tidak melakukan apa pun yang bertujuan licik.

Dalam gambar ini, kita melihat dua anak yang memiliki cinta paling murni di antara mereka. Saat William dengan nyaman meletakkan kepalanya di pundak Markai, dia percaya sepenuh hati kepadanya saat dia mengajarkan perihal alfabet.

“Kita hidup di dunia ini, di hari ini, saya kira ini yang sebenarnya patut kita cintai,” tulis McGee. “Bukan tentang apa yang orang lain katakan.”

Dunia telah mengajarkan kita untuk mengobati orang dengan gangguan spektrum autisme (ASD) secara berbeda. Memang mereka memiliki beberapa kebutuhan khusus, namun Markai tidak melihatnya seperti itu.

Dia mencintai dan menghormati William dan memperlakukannya seperti apa yang akan dilakukannya pada orang lain. Inilah definisi cinta.

Di dunia yang memiliki kegelapan yang begitu banyak, kita perlu saling mencintai seperti yang dilakukan Markai dan William.

Meskipun anak-anak adalah makhluk menggemaskan yang percaya pada kelinci Paskah, Santa Claus, monster di bawah tempat tidur dan kebaikan dan kekuatan orang tua yang tak terbatas, ada beberapa pelajaran yang bisa dipelajari orang dewasa dari mereka. Dan kemudian menjadi lebih baik lagi.

“Air mata saya mengalir ketika melihat betapa nyamannya Willliam untuk mengistirahatkan kepalanya di bahu Markai, dan sama sekali tidak peduli dengan dunia, saat dia sedang mengajarinya ABC di tabletnya.(anggi/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular