Erabaru.net. Ketika seorang mahasiswa Kiersten Miles menerima pekerjaan paruh waktu musim panas sebagai pengasuh anak keluarga Rosko, dia tidak berharap untuk jatuh cinta kepada ketiga anak yang dirawatnya.

Tapi anak-anak memiliki cara magis masuk ke dalam hatimu, dan Miles terikat dengan bayinya.

Orang tua George dan Farra mengontrak Miles berusia 22 tahun untuk merawat Mattin, 7 tahun, Trey, 5 tahun, dan Talia, 9 bulan.

Tapi mereka tidak mengharapkannya untuk melampaui tanggung jawabnya hanya sebagai pengasuh anak.

Setelah hanya 3 minggu menjalani pekerjaan itu, Miles membuat keputusan mengubah hidupnya untuk menyelamatkan nyawa bayi.

© Facebook | Kiersten Miles

Talia menderita penyakit hati yang jarang terjadi yang hanya diderita oleh satu dari 18.000 bayi.

Ketika dokter mengatakan kepada Roskos bahwa anak perempuan mereka tidak akan hidup melewati usia dua tahun tanpa transplantasi hati, mereka segera memasukkannya ke daftar tunggu UNOS (United Network for Organ Sharing).

Namun, kemungkinannya sangat kecil – kebanyakan anak dengan atresia Biliary tidak dapat menerima hati tepat waktu (yang merupakan satu-satunya obat yang diketahui).

“Sebelum bertemu keluarga, saya tidak pernah tahu saya bisa menyumbangkan sebagian dari hati saya. Saya selalu mencoba menyumbangkan darah kapanpun saya bisa, karena tidak pernah mengganggu saya, dan banyak orang bisa menerima golongan darah saya. Setelah melakukan penelitian, saya menemukan bahwa saya berpotensi menyumbangkan organ kepada siapapun karena golongan darah saya,” kata Miles pada Today.

Ketika Miles mengetahui bahwa bayi Talia memerlukan transplantasi hati, dia segera diuji untuk mengetahui apakah dia bisa menjadi pendonor untuknya.

Jadi Miles melakukan apa yang hanya dilakukan pengasuh super.

© Facebook | George Rosko Jr

Orangtua Talia ragu-ragu tentang keputusan bersemangat pendonor muda tersebut untuk menyumbangkan sebagian dari hatinya.

“Kami tidak pernah ‘mencari’ pendonor organ, dan kami tidak akan pernah bertanya kepada siapapun jika mereka ingin mendonor, terutama seseorang yang kami tidak mengetahuinya dengan baik,” kata Rosko.

Tapi Miles bersikeras. Pengasuh telah mengembangkan hubungan yang kuat dengan anak perempuan mereka yang berusia 9 bulan dan merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.

“Saya hanya harus melalui beberapa tes darah, pencitraan, dan berbicara dengan beberapa dokter dan kemudian menghabiskan waktu kurang dari seminggu di rumah sakit. Rasanya sepertinya hanya pengorbanan kecil untuk menyelamatkan nyawa.”


© Screenshot Video

Itu adalah keputusan yang serius, dan Miles siap melanjutkan prosedur ini, sampai dia mengetahui satu informasi yang membuatnya memikirkan kembali semuanya.

“Pada satu titik saya tahu bahwa saya tidak akan pernah bisa mendonor lagi jika saya melakukan ini,” katanya.

“Saya benar-benar harus memrosesnya.”

Miles melanjutkan prosedur ini, dengan keyakinan bahwa jika suatu hari anaknya membutuhkan operasi yang sama, seseorang akan melakukan hal yang sama.

Share

Video Popular