Erabaru.net. Berbicara tentang pengalaman hidup saya, mungkin semua orang akan berkata  malang nian nasib saya.

Sewaktu masih kecil, saya sudah ditinggal pergi oleh orangtua saya kerena kecelakaan.

Mereka meninggalkan saya sendiri. Kemudian paman membawa saya ke rumahnya, bibiku juga baik kepadaku.

Dia tidak menganggap saya orang luar, tentu saja, saya juga masih memiliki seorang sepupu.

Meskipun sering menggoda saya semasa kecil, tapi justeru itu membuat hubungan kami semakin akrab layaknya kakak adik.

Meski bernasib malang, tapi saya saya beruntung memiliki seorang paman yang baik.

Dalam ingatan saya, selama adik sepupu memiliki sesuatu, saya pasti kebagian juga.

ILUSTRASI. (Internet)

Paman sedikit pun tidak mengabaikan saya, bahkan terkadang terlalu baik pada saya.

Terkadang sepupu sering merajuk, dan sering melawan paman, mengatakan siapa sebenarnya anak kandungnya.

Tentu saja, ucapan sepupuku ini pun membuat paman marah dan memukulinya.

Saat pertemuan pihak sekolah dengan orang tua murid semasa SMP, karena kenaikan kelas, jadi orang tua murid wajib hadir.

Sebenarnya, ketika itu saya benar-benar malu, saya tidak punya orang tua, paman dan bibi juga tampak begitu sibuk, jadi tidak enak juga meminta mereka datang.

Pada hari pertemuan itu, tak disangka paman benar-benar datang, saya sangat terkejut bagaimana dia mengetahuinya.

Paman bilang dia melihat tanda terima di mejaku dan mengatakan kenapa tidak memberitahu kalau ada pertemuan seperti itu.

Dia berpesan agar kelak memberitahunya kalau keperluan apa pun, tidak perlu sungkan.

Saat itu, saya benar-benar terharu, singkatnya apa pun yang paman lakukan untukku selalu kuingat dalam hati.

ILUSTRASI. (Internet)

Waktu berlalu begitu cepat, setelah lulus kuliah saya pun mulai mencari kerja dan berencana tinggal di luar.

Saat itu saya juga sudah punya pacar, dan saya membawa pacar pulang ke rumah untuk mengenalkan kepada paman-bibi.

Sebelum pulang, mereka juga memberikan sebuah amplop besar untuk pacarku, aku hanya tersenyum memandangnya.

Suatu ketika, karena bertengkar dengan pacar, aku pun pulang sendiri ke rumah paman dan berencana menginap dua hari.

Saat pulang ke rumah paman, tanpa sengaja aku mendengar percakapan paman dan adik sepupuku, nampaknya mereka sedang bertengkar, diantara topik pembicaaan mereka, aku sempat mendengar mereka berbicara tentang orangtuaku.

“Ayah, ibu bilang saat paman-bibi meninggal, uang kompensasi yang mereka dapatkan sudah begitu lama ayah simpan, kebetulan sekarang saya mau membeli mobil.”

Mendengar itu, paman langsung marah padanya, “Itu untuk biaya nikah kakakmu nanti, uang paman-bibimu itu sebaiknya jangan kamu ingat terus, kalau kamu bicara lagi hal itu, lebih baik kamu keluar saja!”

ILUSTRASI. (Internet)

Mataku sudah berkaca-kaca dan menangis terisak ketika mendengar perkataan paman.

Aku masih berdiri di luar, tidak masuk rumah, takut nanti membuat mereka malah serba-salah.

Sebenarnya, sudah sekian tahun lamanya paman merawat dan membesarkanku, dan budi baik ini tidak akan bisa aku balas.

Aku sama sekali tidak keberatan jika adik sepupu mau menggunakan uang itu untuk membeli mobil.

Paman telah menganggapku sebagai putrinya sendiri, begitu juga aku yang sudah menganggapnya sebagai ayahku.

Aku tidak akan menolak untuk membantu keluarga ini jika kelak mereka membutuhkan bantuan.

Menurut kalian, bukanah aku sangat bahagia memiliki paman yang begitu baik! (jhn/rp)

Happies.life

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular