Erabaru.net. Istriku orang kota, dan aku sendiri berasal dari desa. Ibu mertua tidak setuju dengan pernikahan kami. Namun kami akhirny menikah juga setelah orangtuaku mengumpulkan 200 juta rupiah.

Setelah menikah aku dan istri tinggal di kota,lima tahun kemudian, kami membeli sebuah rumah di daerah, hari-hari yang kami lewati juga sangat bahagia.

Tapi entah kenapa perut istriku masih rata. Dia sudah periksa ke rumah sakit, dan minum banyak obat yang aneh-aneh, tapi tidak ada hasil.

Ibu mertuaku juga meminta aku untuk periksa ke rumah sakit, karena dia bilang belum tentu masalah putrinya. Demi istriku, terpaksa aku menurunkan harga diri, periksa ke rumah sakit.

Saat hasilnya keluar, aku pun tidak bergairah, ternyata aku masalahnya, dan aku pun menangis di koridor rumah sakit, wajah ibu mertuaku juga tampak masam.

Istri menghiburku, meski tidak punya anak juga, dia akan selalu bersamaku, katanya dan aku pun memeluknya erat-erat.

Entah aku yang terlalu sensitif atau bukan, sejak hasil pemeriksaan itu, istriku menjadi pendiam, setiap hari terlihat lelah, dan sering mendekap ponselnya.

Share

Video Popular