- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Saat Istriku Tidur Siang, Diam-diam Aku Buka Ponselnya, dan Aku Pun Meneteskan Air Mata Haru Ketika Membaca Pesannya

Erabaru.net. Istriku orang kota, dan aku sendiri berasal dari desa. Ibu mertua tidak setuju dengan pernikahan kami. Namun kami akhirny menikah juga setelah orangtuaku mengumpulkan 200 juta rupiah.

[1]

Setelah menikah aku dan istri tinggal di kota,lima tahun kemudian, kami membeli sebuah rumah di daerah, hari-hari yang kami lewati juga sangat bahagia.

Tapi entah kenapa perut istriku masih rata. Dia sudah periksa ke rumah sakit, dan minum banyak obat yang aneh-aneh, tapi tidak ada hasil.

Ibu mertuaku juga meminta aku untuk periksa ke rumah sakit, karena dia bilang belum tentu masalah putrinya. Demi istriku, terpaksa aku menurunkan harga diri, periksa ke rumah sakit.

Saat hasilnya keluar, aku pun tidak bergairah, ternyata aku masalahnya, dan aku pun menangis di koridor rumah sakit, wajah ibu mertuaku juga tampak masam.

Istri menghiburku, meski tidak punya anak juga, dia akan selalu bersamaku, katanya dan aku pun memeluknya erat-erat.

Entah aku yang terlalu sensitif atau bukan, sejak hasil pemeriksaan itu, istriku menjadi pendiam, setiap hari terlihat lelah, dan sering mendekap ponselnya.

[2]
Ilustrasi.

Siang hari di akhir pekan, istriku tidur siang di kamar, tiba-tiba aku melihat ponselnya bergetar, ada satu pesan masuk.

Beberapa hari ini, isteriku memang tampak tidak wajar, jangan-jangan tidak menyukaiku lagi, mau menceraikan aku?

Diam-diam aku baca pesa itu, ternyata pesan yang dikirim oleh ibunya, membuatku terkejut sampai tangan gemetar.

“Jika kamu tidak menceraikannya, anggap saja aku bukan ibumu lagi. Menikah dengan pria tidak berguna.”

Aku lantas membaca pesan masuk sebelumnya, semua pesan dari ibu mertua yang memaksa istriku bercerai denganku, bahkan memarahi dengan kata-kata kasar tidak mengenakkan.

Istriku juga jarang membalas pesannya, hanya membalas dengan satu kalimat tegas…”Saya tidak akan cerai, kecuali saya mati!”

[3]

Aku terharu membaca balasan pesannya itu, dan tak terasa aku pun meneteskan air mata haru atas kesetiaan isteriku.

Aku berjanji kelak pasti akan bersikap baik padanya, dan nanti aku akan adopsi seorang anak, apa ada yang mendukung rencanaku?(jhn/yant)

Sumber: kknews.cc