Sementara Zhou Mei sendiri, selama dua tahun ini pindah keluar hanya demi seorang pria yang tidak begitu mencintainya, dan mengabaikan orangtua yang sangat menyayanginya!

Mengingat semua itu, Zhou Mei pun buru-buru pulang begitu tiba akhir pekan dan membeli tiket paling awal!

Zhou Mei, yang pulang lebih awal dari biasanya, membayangkan ayah-ibunya yang sudah tua pagi-pagi buat sudah menyiapkan makanan untuknya, tanpa terasa air matanya berlinang bila mengingat semua itu.

Ibu memukul tangan ayah sambil tersenyum kecut dan berkata : “Dasar serakah! selalu mencuri-curi makan, makanan keburu habis kamu makan sebelum Zhou Mei tiba di rumah!”

“Gak sampai segitunya kali, kamu anggap aku kelaparan ya ? Sebulan sudah tidak menyantap daging, gak apa-apa kan hanya makan beberapa potong?” Kata Ayah Zhou Mei.

“Putri kita hampir menikah, kita makan acar dua tahun, menabung lebih banyak uang untuknya sebagai mas kawin yang layak saat nikah nanti !

“Siapa suruh keluarga kita miskin, gaji anak kita juga sangat rendah, sehingga tidak bisa mengirim uang untuk keluarga di rumah, terpaksa diambil dari uang pensiun kita ! Putri Bibi Zhang tetangga sebelah kita… … “

Ayah tampak tidak tahan lagi mendengar ibu yang semakin bawel !

Ayah memotong pembicaraan dan berkata, “Aku tahu, mas kawin putri tentangga kita sedikit, dicibir oleh mertuanya setelah menikah, hari-hari dilewatinya dengan linangan air mata, jadi jangan sampai kita mengikuti jejaknya, kita harus menyiapakan mas kawin yang besar untuk putri kita dan sebagaianya.

Share

Video Popular