Dari penelitian dia menemukan bahwa setelah tubuh manusia berhenti beraktivitas, informasi tentang kesadaran (jiwa) masih tetap eksis dalam bentuk kuantum, juga yang biasa dikenal sebagai “Roh”.

Fred Alan Wolf PhD teori ilmu fisika pemilik penghargaan perpustakaan Amerika Serikat mengatakan, ada bukti yang menjelaskan bahwa dunia spiritual itu nyata dan benar-benar ada.

Meskipun hingga saat ini masih tidak bisa sepenuhnya dideteksi oleh panca indera kita dan oleh instrumen ilmiah.

Pada tahun 2005, profesor psikolog David Fontana dari Universitas Liverpool John Moore menerbitkan sebuah buku lebih dari 500 halaman yang berjudul “Is There An Afterlife (adakah kehidupan setelah kematian).

Buku mengenai studi sistematik untuk meninjau kembali tentang kumpulan bukti dari seluruh dunia setelah orang meninggal dalam 150 tahun terakhir.

Anggota senior British Royal Astronomical Society dan British Interplanetary Society, profesor kehormatan Archie Roy dari Universitas Glasgow ketika memperkenalkan buku ini mengatakan, “Saya sama sekali tidak meragukan buku ini bisa menjadi klasik modern dan juga memberikan arah yang terbaik bagi kita agar bisa benar-benar memahami “Misteri manusia”.

Selain hal-hal yang bisa diketahui oleh ilmu pengetahuan Barat sekarang, dalam budaya Tiongkok yang memiliki sejarah panjang 5000 tahun, sejak awal sudah mengenali tingkatan yang lebih dalam tentang umat manusia dan kehidupan.

ILUSTRASI. (Internet)

Di kalangan kultivator (pertapa modern, dari aliran Buddha, Tao dan yang lain), orang-orang pada umumnya menyebut “Roh” yang dikenali oleh orang Barat sebagai “Yuan Shen (kesadaran primer)”, berpendapat bahwa “Yuan Shen”lah yang benar-benar menguasai tubuh manusia.

Dan “Yuan Shen” ini bisa meninggalkan raga manusia, namun jika “Yuan Shen dari seorang pria ataupun wanita” meninggalkan raga dan tidak kembali lagi maka jasad orang tersebut akan mati.

Dalam kisah mitologi dikatakan bahwa “Yuan Shen” yang meninggalkan raga pergi ke suatu tempat lalu kembali lagi ke tubuh, disebut sebagai “Shen You” (Yuan Shen yang berkelana).

Orang Tiongkok di zaman kuno selalu yakin bahwa di kehidupan manusia itu eksis reinkarnasi. (lin/whs/rp)

Epoch Times

Share

Video Popular