- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Ini Penelitian Ilmiah Bahwa Jiwa Manusia Masih Eksis Setelah Kematian! Sebuah Penelitian Berskala Terbesar dalam Sejarah!

Oleh: Ma Li

Erabaru.net. Sebuah penemuan ilmiah membuktikan bahwa jasad manusia setelah tanda-tanda kehidupannya berhenti, kesadaran (jiwa) manusia tidak segera hilang.

Itu sebabnya manusia bisa mengetahui bahwa “dirinya” telah meninggal.

Hal ini berarti bahwa manusia bahkan bisa mendengarkan suara dokter ketika menyatakan pasiennya telah meninggal.

Penemuan ilmiah ini dibuat oleh Dr Sam Parnia PhD, Direktur Penelitian UGD di Langone School of Medicine New York University AS, setelah melalui penelitiannya selama bertahun-tahun. Lalu dilaporkan media secara luas.

Pada 18 Oktober lalu, Harian “The Independent” Inggris melaporkan bahwa Dr Sam Parnia PhD bersama dengan timnya mengadakan penelitian internasional di Amerika Serikat, Inggris dan Austria untuk mengeksplorasi ribuan pasien gagal jantung yang sempat mati suri tapi kemudian hidup kembali.

Penelitian memahami secara mendalam perasaan dan aktivitas otak mereka setelah mati.

Ini merupakan penelitian berskala paling besar terhadap fenomena tersebut hingga saat ini.

Beberapa pasien yang diteliti mengatakan bahwa setelah mereka dinyatakan meninggal, ternyata kesadaran mereka masih bisa mendengarkan percakapan orang lain dan bahkan bisa melihat hal-hal yang terjadi di sekitar tubuh mereka.

Kata-kata dari orang yang diteliti ini semuanya telah diuji dan dibuktikan oleh petugas medis dan perawat yang hadir di tempat, untuk membuktikan bahwa perkataan mereka itu benar adanya.

Dr Parnia mengatakan bahwa dibicarakan secara ilmiah orang-orang tersebut sudah benar-benar “mati” pada saat itu.

“Jantung mereka telah berhenti berdetak, begitu halnya seperti ini terjadi maka darah mereka sudah tidak bersirkulasi ke bagian otak, ini berarti fungsi otak hampir seketika itu terhenti,” kata Dr Parnia.

[1]
ILUSTRASI. (in5d.com)

Survei Jepang: 40% orang setelah mati, melihat Dewa datang menyambut

Arthur Findlay seorang peneliti psikis terkenal dari Inggris, dalam bukunya berjudul “ The Rock of Truth” mengatakan, “Para ilmuwan Dunia Roh (juga dikenal sebagai dunia spiritual) memberitahu kita bahwa Dunia Roh sama nyatanya dengan Dunia Nyata, tepat di atas dunia yang dapat kita rasakan.”

Pada 2012, sebuah laporan survei di Jepang menunjukkan bahwa ada 40% orang yang meninggal dunia di rumah mereka sendiri.

Ketika mendekati ajal, mereka melihat kerabat yang sudah meninggal atau Dewa yang datang untuk “menyambut” dan kebanyakan dari mereka yang memiliki pengalaman tersebut kelak meninggal dunianya dilalui dengan damai.

Harian ”Yomiuri Shimbun” Jepang melaporkan, “Kelompok studi tim medis di rumah” yang dibentuk oleh para anggota medis di kabupaten Miyagi Jepang, melakukan survei pertanyaan terhadap 541 keluarga dari 1.190 keluarga meninggal.

Almarhum tersebut semuanya meninggal di rumah mereka sendiri dalam perawatan keluarga mereka.

Hasil survei menunjukkan bahwa ada 42% almarhum sebelum meninggal melihat pemandangan yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.

Bukan hanya kelihatan juga bisa mendengarkan bahkan bisa merasakan, ada separo dari mereka memberitahu keluarganya bahwa mereka melihat saudaranya yang sudah meninggal dunia.

Ada yang bisa merasakan kedatangan Dewa atau bayangan bercahaya.

[2]
ILUSTRASI. (catholicsay.com)

Mekanika kuantum membuktikan bahwa ideology pikiran manusia abadi

Profesor Robert Lanza dari Universitas Wake Forest Medical College di Carolina Utara Amerika Serikat, pernah dari sudut pandang mekanika kuantum mengatakan bahwa “kesadaran adalah abadi”.

Dari penelitian dia menemukan bahwa setelah tubuh manusia berhenti beraktivitas, informasi tentang kesadaran (jiwa) masih tetap eksis dalam bentuk kuantum, juga yang biasa dikenal sebagai “Roh”.

Fred Alan Wolf PhD teori ilmu fisika pemilik penghargaan perpustakaan Amerika Serikat mengatakan, ada bukti yang menjelaskan bahwa dunia spiritual itu nyata dan benar-benar ada.

Meskipun hingga saat ini masih tidak bisa sepenuhnya dideteksi oleh panca indera kita dan oleh instrumen ilmiah.

Pada tahun 2005, profesor psikolog David Fontana dari Universitas Liverpool John Moore menerbitkan sebuah buku lebih dari 500 halaman yang berjudul “Is There An Afterlife (adakah kehidupan setelah kematian).

Buku mengenai studi sistematik untuk meninjau kembali tentang kumpulan bukti dari seluruh dunia setelah orang meninggal dalam 150 tahun terakhir.

Anggota senior British Royal Astronomical Society dan British Interplanetary Society, profesor kehormatan Archie Roy dari Universitas Glasgow ketika memperkenalkan buku ini mengatakan, “Saya sama sekali tidak meragukan buku ini bisa menjadi klasik modern dan juga memberikan arah yang terbaik bagi kita agar bisa benar-benar memahami “Misteri manusia”.

Selain hal-hal yang bisa diketahui oleh ilmu pengetahuan Barat sekarang, dalam budaya Tiongkok yang memiliki sejarah panjang 5000 tahun, sejak awal sudah mengenali tingkatan yang lebih dalam tentang umat manusia dan kehidupan.

[3]
ILUSTRASI. (Internet)

Di kalangan kultivator (pertapa modern, dari aliran Buddha, Tao dan yang lain), orang-orang pada umumnya menyebut “Roh” yang dikenali oleh orang Barat sebagai “Yuan Shen (kesadaran primer)”, berpendapat bahwa “Yuan Shen”lah yang benar-benar menguasai tubuh manusia.

Dan “Yuan Shen” ini bisa meninggalkan raga manusia, namun jika “Yuan Shen dari seorang pria ataupun wanita” meninggalkan raga dan tidak kembali lagi maka jasad orang tersebut akan mati.

Dalam kisah mitologi dikatakan bahwa “Yuan Shen” yang meninggalkan raga pergi ke suatu tempat lalu kembali lagi ke tubuh, disebut sebagai “Shen You” (Yuan Shen yang berkelana).

Orang Tiongkok di zaman kuno selalu yakin bahwa di kehidupan manusia itu eksis reinkarnasi. (lin/whs/rp)

Epoch Times