Erabaru.net. Di tempat kerja, bisa memperkirakan pikiran dan maksud pimpinan merupakan keterampilan yang harus dimiliki seseorang dalam pekerjaannya.

Mereka yang hanya bekerja keras dan tidak tahu bagaimana menunjukkan kinerjanya di hadapan atasan itu sulit untuk mendapatkan promosi kenaikan jabatan.

Orang-orang yang kinerjanya menonjol sekarang bukan hanya harus bisa menempatkan diri dalam segala situasi dan belajar melakukan sesuatu, dan ini adalah cara hidup yang sebenarnya di tempat kerja,

Berikut mari simak bersama satu cerita pendek ini.

Suatu hari, pimpinan perusahaan membawa dua salesman baru, Joko dan Herry untuk bertemu dengan seorang klien besar.

Kepala klien adalah seorang wanita. Pimpinan bertemu dengan kliennya di sebuah kafe, mereka mengobrol dengan ceria.

ILUSTRASI. (Internet)

Beberapa saat kemudian, Bos memberikan 10 ribu kepada Jok dan Herry, menyuruh mereka membeli rokok.

Saat berjalan keluar pintu, tiba-tiba Joko berkata pada Herry, perutnya mules!

Menyuruh Herry saja yang beli, dia mau ke toilet dulu. Herry memegang uang 10 ribu, rokok apa sih seharga 10 ribu? Lagipula bos biasanya juga tidak merokok.”

“Jangan-jangan bos sedang mengujiku, tapi, tidak boleh membiarkan bos kehilangan muka di depan klien, aku tambahin dari uangku saja untuk membeli rokok pesanan bos,” gumam Herry.

Lalu ia pun membeli sebungkus rokok. Saat kembali, Herry tidak melihat Joko, kemudian Herry sendirian menyerahkan rokok itu pada bosnya.

Sang bos tampak terkejut sambil memandang Herry sekilas!

Tapi ia tidak mengatakan apa pun, hanya mengambil rokok dari Herry kemudian melanjutkan obrolan dengan kliennya.

Tak disangka, sekembalinya dari dinas luar. Pekerjaan itu diserahkan kepada Joko, dengan alasan Herry tidak cocok jadi sales di perusahaan tersebut, Herry pun dipecat sebelum tiba waktunya masa percobaan.

Wajah Herry tampak kusut dan menggerutu karena dipecat tanpa alasan yang jelas.

Setibanya di rumah Herry masih tidak habis mengerti, dia tidak melakukan kesalahan apapun, malah menambahkan beberapa ribu perak untuk beli rokok, tapi kenapa aku yang dipecat, bukan Joko?

Belakangan, saat Herry ngobrol dengan salah satu karyawan senior, dia pun menyinggung masalah itu.

ILUSTRASI. (Internet)

Akhirnya baru tahu, kemudian ia bertanya pada Herry.

1. Bos hanya memberi kamu 10.000,- kurang ya?

2. Bos biasanya tidak merokok, mengapa menyuruh kalian beli rokok?

3. Kliennya seorang wanita, etiskah merokok di tempat umum?

4. Mengapa waktu itu Joko menyuruhmu beli rokok, sedangkan dia pergi secara diam-diam?

Waktu itu, Joko merenung dengan seksama masalah itu, tiba-tiba ia baru sadar, bos bukannya kurang uang, juga bukan tidak merokok, tapi maksud bos yang sebenarnya ingin menyingkirkan mereka berdua.

Bos menjaga sikapnya, tidak langsung menyuruh mereka pergi di hadapan klien.

Bos pasti sedang membicarakan sesuatu yang tidak ingin diketahui Joko dan Herry.

Karena itulah mereka sengaja disingkirkan tanpa menyinggung perasaan mereka dengan cara itu.

Di tempat kerja, penuh dengan perangkap, jika tidak hati-hati, bisa jadi akan terperangkap.

Baik salesman atau posisi lain di tempat kerja, pastikan untuk memahami maksud bos sebenarnya, kalau tidak, sudah terlanjur menyinggung orang tanpa disadari.

Dalam hidup ini penuh dengan perangkap dimana-mana, lain di depan lain pula maksud di belakangnya. (jhn/rp)

Sumber: Zixun

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular