Erabaru.net. Saya pikir saya tidak akan pernah berhenti mengagumi orang-orang di militer.

Bukan hanya karena mereka begitu berani, tapi karena mereka sangat baik hati, sensitif dan penuh perhatian.

Tidak mengherankan jika begitu banyak cerita menyentuh tentang tindakan mulia dari para tentara.

Salah satunya adalah cerita tentang bocah infantri Angkatan Laut yang murah hati.

Di Internet cerita ini muncul sejak lama, dalam beberapa versi, tapi kisah itu termasuk kategori yang tidak akan pernah menjadi usang.

Saya tidak ragu bahwa akhirnya kisah ini akan memukau pembacanya.

Dan mungkin saja Anda, akan seperti saya, yang bahkan meneteskan air mata setelah membaca kisahnya.

Internet

Seorang pria tua sedang terbaring lemah di ranjang sebuah rumah sakit, dia sudah sangat lemah.

Dia merasa hidupnya sudah tidak lama lagi, kemudian dia berkata kepada suster yang merawatnya.

Betapa dia sangat bangga punya seorang putra yang menjadi tentara di Angkatan Laut, dan betapa kini dia sangat merindukannya.

Suster bertanya, “Mengapa tidak menghubunginya supaya datang kemari?”

Ternyata putranya sedang bertugas ke Irak, jadi tidak mungkin dia memanggil putranya untuk datang.

Namun suster itu tersentuh dan dia mencoba menghubungi pihak Angkatan Laut dan menceritakan keadaan pria tua tersebut.

Pihak Angkatan laut berkata bahwa mereka akan mencoba melakukan apa yang mereka bisa dan mengusahakan yang terbaik agar pria tua itu bisa bertemu putranya.

Hanya beberapa hari kemudian, ketika suster itu berada di depan rumah sakit, dia melihat seorang anak muda, dengan seragam militer Angkatan Laut lengkap, yang gagah, sedang berjalan memasuki rumah sakit.

Tanpa pikir panjang, suster itu menarik tentara muda tersebut dan membawanya ke ruangan pria tua yang merindukan putranya.

Perawat itu menemani anak laki-laki yang sebetulnya wajahnya terlihat sedikit bingung, kemudian dia berbisik kepada pria tua yang terbaring dengan mata tertutup.

“Anakmu ada di sini,” Katanya dengan suara pelan.

Dia harus mengulang kalimat itu beberapa kali lagi, sampai mata pasien itu mulai terbuka.

Lemah dan agak tertegun, orang tua itu hanya melihat bayangan samar seorang pemuda yang berpakaian militer, berdiri di dekat peralatan oksigen.

Dia mengulurkan tangannya yang lemah, yang disambar prajurit itu dengan jari-jarinya yang tegang.

Internet

Suster itu membawa sebuah kursi untuk anak laki-laki itu, kemudian dia duduk di samping tempat tidurnya.

Pria tua itu tersenyum lemah dan matanya berkaca-kaca, dia mengucapkan kata-kata dengan suara pelan, merekapun mengobrol, entah apa yang diobrolkan, namun sepertinya pria tua itu sangat senang sekali.

Pemuda itu duduk semalaman, di kamar perawatan dengan sedikit cahaya, memegang tangan Ayahnya dan dengan penuh kasih mengucapkan kata-kata penting seperti cinta dan berbakti pada saat-saat terakhir.

Suster menyarankan agar mereka beristirahat dan tidur, namun pria tua itu tidak mau, dan terus memegang tangan anaknya, yang juga tidak tidur.

Pada beberapa kesempatan, suster itu muncul di kamar tidur dan anak laki-laki itu masih duduk.

Share

Video Popular