Erabaru.net. Dari rumahnya di Inggris, seorang anak laki-laki yang depresi, berusia 16 tahun, telah mengobrol di Facebook dengan seorang gadis dari Maryland, Amerika Serikat.

Pembicaraan itu menjadi dramatis ketika bocah tersebut mengaku bahwa dia akan bunuh diri.

Dia berkata: “Saya akan melakukan sesuatu yang telah saya pikirkan untuk sementara waktu, supaya semua orang akan mengetahuinya.”

Saat itu pukul 11.30 WIB pada hari Rabu, waktu Inggris.

Khawatir anak laki-laki itu benar-benar melakukannya, gadis Amerika muda tersebut memberitahu Ibunya.

Itu memicu serangkaian pesan darurat antara polisi Maryland, agen khusus Gedung Putih di Washington, Kedutaan Besar Inggris di Washington, yang memberi tahu Scotland Yard dan akhirnya ke polisi di wilayah Lembah Thames.

Saat itu sudah pukul 12.25, hari Kamis.

plus.google

Meskipun mereka hanya tahu nama remaja yang bermasalah dan fakta bahwa dia belajar di sebuah sekolah di Oxfordshire, para detektif berhasil mengerucutkan lokasi pencarian mereka ke delapan alamat yang mungkin ada di daerah tersebut, setelah pencarian lewat Google, dan beberapa halaman di internet.

Tim polisi bergegas memeriksa masing-masing alamat yang mereka dapatkan.

Tapi di alamat keempat, di luar Oxford, mereka menemukan remaja itu, hampir tak sadarkan diri di kamarnya, dimana rupanya dia telah overdosis obat terlarang.

Pemuda itu dibawa ke Rumah Sakit John Radcliffe di Oxford, dimana, hanya tiga jam setelah dia mencoba bunuh diri, dia berhasil hidup kembali secara ajaib dan pulih sepenuhnya.

Facebook

Orang tuanya, yang bisa dimengerti pasti berada dalam keadaan shock, lebih suka untuk tidak berkomentar.

Komandan polisi Oxfordshire, Kepala Inspektur Brendan O’Dowda, memuji upaya yang dilakukan di kedua sisi Atlantik untuk melakukan penyelamatan tersebut.

Inspektur mengatakan bahwa ketika (usaha-usaha itu) menemukan jalan mereka ke polisi di Lembah Thames, akan sangat mudah bagi banyak orang untuk mengatakan bahwa tidak ada cukup informasi.

“Kami benar-benar tidak memiliki banyak hal untuk terus melanjutkan penyelidikan, mengingat informasi yang dimiliki terlalu sedikit. Tapi karena keuletan dan profesionalisme sejumlah besar orang, kami berhasil menentukan daftar alamat, dan kemudian melakukan proses kunjungan yang berat dan sulit, satu per satu, untuk menemukan bocah itu. Butuh waktu dan usaha, tapi syukurlah akhirnya kami bisa menemukannya.” (anggi/rp)

Share

Video Popular