- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Wanita Tua Ini Tidak Bisa Mengingat Apa pun, Kecuali Bahwa Dia Harus Membawa Dua Paket Bungkusan ke Rumah Sakit

Erabaru.net. Kisah menyentuh ini terjadi pada pertengahan September, di Busan (Korea Selatan). Seorang petugas polisi, Pak, yang mulai bekerja di stasiun pada awal tahun, sama seperti biasa sedang menjalani pekerjaannya.

Setelah makan siang, dia merasa lelah dan hampir tertidur, saat atasannya, Petugas Kim, menerima telepon tentang wanita tua aneh yang telah berkeliaran di jalanan lebih dari satu jam.

[1]

Pak segera naik ke mobil patroli dan menyalakan telepon. Dia berpikir bahwa wanita yang hilang adalah masalah umum yang bisa diatasi dengan mudah.

Ketika sampai di tempat kejadian, dia menemukan seorang wanita tua yang memegang dua paket di tangannya.

Dia tidak menanggapi dengan jelas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya oleh petugas polisi, dia juga tidak mengatakan namanya, di mana dia tinggal dan ke mana dia mau pergi.

Dia hanya mengulangi bahwa putrinya baru saja melahirkan di rumah sakit, tapi namanya juga tidak bisa dia ingat.

Wanita itu sangat bingung, tapi bagaimanapun dia dengan hati-hati terus memegang paket di dadanya.

Tidak lama kemudian Pak menyadari bahwa wanita tersebut menderita penyakit Alzheimer. Situasinya jauh lebih rumit dari perkiraannya.

[2]

Tanpa kemungkinan mendapatkan setidaknya beberapa informasi terpercaya dari wanita tua tersebut, Petugas Pak mencoba menemukan petunjuk yang bisa membantu mengkonfirmasi identitasnya.

Saat itu, dia melihat sebuah detail penting: wanita itu memakai sandal jepit. Ini bisa berarti bahwa dia tinggal di suatu tempat yang dekat.

Dia memotret wanita itu dengan telepon seluler dan berjalan di sekitar blok, mewawancarai orang yang lewat untuk mencari tahu apakah mereka mengenalnya.

Petugas tersebut memutuskan untuk membawa wanita itu ke kantor polisi agar dia bisa beristirahat dan menaruh paket berharganya yang terlihat cukup berat baginya.

Sebagai tanggapan atas tawaran untuk membawanya ke kantor polisi dan membawakan paketnya, dia berteriak “Tidak!” Begitu kerasnya, sampai mengejutkan petugas tersebut.

Menyadari bahwa perilakunya justru membuat dia gugup, dia mengurungkan niatnya untuk membantu dan membiarkan paket itu dibawa oleh wanita tua itu sendiri, yang ternyata kimudian diketahui memiliki banyak nilai untuknya.

[3]

Setelah beberapa jam, akhirnya mereka menemukan seseorang yang mengenalnya. Petugas Pak menemukan nama dan alamat wanita tua itu, dan bahkan nama rumah sakit, di mana putrinya melahirkan.

Setelah menghabiskan hampir 6 jam yang panjang, dua petugas membawa wanita tua itu ke rumah sakit, tempat anak perempuan dan cucunya berada.

Begitu dia melihat mereka, dia mendesah lega dan mulai membongkar muatan berharganya. Isinya membuat semua orang menangis.

Di antara paket berharga yang dibawa wanita tua ini, adalah makanan untuk putrinya: sup dengan rumput laut yang sudah mendingin, sayuran yang dimasak dan nasi.

Di Korea, wanita yang baru lahir secara tradisional diberi sup rumput laut panas, karena rumput laut mengandung sejumlah besar kalsium.

[4]

[5]
Petugas Pak sangat terharu melihat wanita tua yang malang itu, yang juga pikun dan bahkan tidak bisa mengingat nama ataupun alamatnya, dan bahkan dalam situasi seperti itu, hanya ada satu pikiran di benaknya: kebutuhan wajib untuk memberi makan putrinya dengan sup rumput laut.

“Ambillah, makanlah, surgaku”, – kata wanita itu kepada anak perempuannya dengan penuh cinta. Gadis itu menangis saat Ibunya menyuapinya dengan hati-hati.

Cerita ini menunjukkan sekali lagi betapa kuatnya cinta seorang Ibu. Terkadang nampaknya itu adalah sesuatu yang adikodrati, mampu mengalahkan segala hambatan termasuk penyakit dan bahkan hilangnya ingatan.(anggi/yant)

Sumber: perfecto.guru