Erabaru.net. Lahir saat usia kehamilan baru 21 minggu 4 hari, telah membuat seluruh kemungkinan terburuk harus ditanggung oleh bayi ini.

Meski kesempatan hidupnya sangat kecil, ia tidak hanya berhasil melalui masa krisisnya tapi kini ia juga sudah berumur 3 tahun dan mungkin menjadi bayi prematur termuda yang bisa bertahan hidup hingga saat ini.

Pada tahun 2014, bayi perempuan Courtney Stensrud lahir pada usia kehamilan yang baru 21 minggu 4 hari.

Hal ini menempatkannya dalam situasi yang sangat sulit, karena kebanyakan dokter anak setuju bahwa usia kehamilan 22 minggu adalah ambang batas kelangsungan hidup terendah.

Banyak dokter tidak menyarankan untuk melakukan resusitasi bayi yang lahir lebih muda dari 22 minggu.

©YouTube Screenshot | Catholic Online

Di ruang antepartum di Rumah Sakit Anak Methodist di San Antonio, Texas, Stensrud mencari tahu tentang ibu yang melahirkan pada usia 21 minggu.

Dia mengatakan kepada CNN, “Ada berita tentang bayi prematur usia 22 minggu, 23 minggu, tapi tidak ada yang berusia 21 minggu. Jadi saya tahu kalau hampir tidak ada yang bisa bertahan hidup saat lahir dalam usia 21 minggu.”

Setelah Stensrud melahirkan, Dr. Kaashif Ahmad, seorang ahli neonatologi yang berafiliasi dengan MEDNAX di rumah sakit tersebut menekankan bahwa hanya ada kesempatan kecil bayinya bisa bertahan hidup dan awalnya dokter ini juga tidak menyetujui untuk melakukan resusitasi pada bayi Stensrud.

 

©YouTube Screenshot | Catholic Online

Tapi Stensrud justru merasa sebaliknya.

“Meskipun saya sedang mendengarkannya, saya hanya merasakan sesuatu di dalam diri saya berkata, ‘Miliki harapan dan yakinilah.’ Tidak masalah bagi saya kalau ia lahir saat umurnya baru 21 minggu 4 hari. Saya tidak peduli,” katanya.

“Ketika dokter berbicara pada saya, saya hanya berkata, ‘mengapa tidak Anda coba?’ dan ia berkata ia akan melakukannya, dan tiga tahun kemudian, kami memiliki seorang bayi kecil ajaib.”

©YouTube Screenshot | Catholic Online

Walaupun Dr. Ahmad tidak menyangka akan meresusitasi bayi prematur 21 minggu, ia terpaksa melakukan hal tersebut setelah melihat keyakinan Stensrud.

Ia memulai resusitasi yang penuh semangat, terlepas dari pengetahuan kedokteran saat ini yang menunjukkan bahwa kemungkinan untuk bertahan hidup bagi si bayi nyaris mendekati nol.

“Jadi kami menempatkan si bayi di bawah pemanas, kami memonitor dan mendengarkan detak jantungnya, yang tidak terlalu kami harapkan,” kata Dr. Ahmad.

“Dengan cepat kami memasang tabung pernafasan untuk jalan napasnya. Kami mulai memberikan oksigen, dan dengan sangat cepat, detak jantungnya mulai naik. Kulit tubuhnya sangat perlahan berubah dari warna kebiruan menjadi merah muda, dan dia benar-benar mulai bergerak dan mulai bernafas dalam beberapa menit. ”

©YouTube Screenshot | Catholic Online

Sebuah keajaiban pun terjadi.

©YouTube Screenshot | Catholic Online

Menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrik, gadis kecil beruntung ini bisa menjadi bayi prematur paling dini yang diketahui hingga saat ini.

Stensrud menjadi ibu yang berbahagia, dan ia berharap kasusnya akan memberikan harapan bagi para ibu lain yang juga menghadapi masalah yang sama.

“Saya tidak terlalu sering menceritakan kisah ini, tapi ketika saya melakukannya, orang-orang terkagum-kagum,” kata Stensrud, yang sekarang berusia 35 tahun.

“Jika ada wanita lain di ruang antepartum yang sedang mencari melalui Google, mereka dapat menemukan cerita ini dan mereka dapat menemukan sedikit harapan dan keyakinan.”

©YouTube Screenshot | Catholic Online

Stensrud berbagi cerita kalau putrinya kini hidup sangat normal.

“Andai Anda tidak tahu kalau dia terlahir sangat prematur, Anda akan mengira kalau ia hanyalah anak kecil berusia tiga tahun yang normal.”

“Di sekolahnya, dia mengikuti semua kegiatan untuk anak berusia tiga tahun lainnya. Dia suka bermain dengan anak-anak lain. Dia menyukai semua hal yang disukai anak tiga tahun yang normal.”

©YouTube Screenshot | Catholic Online

“Dia mencintai boneka bayinya, dia menyukai buku, dan dia suka bermain imajinasi.”

Stensrud meminta CNN untuk tidak mempublikasikan nama atau foto terbaru putrinya untuk menghormati privasi keluarga.

Hal yang terpenting, anak perempuannya yang berusia 3 tahun sekarang adalah anak prasekolah yang sehat.

Terimakasih atas keahlian medis Dr. Ahmad, dan keyakinan ibunya yang menakjubkan. (lin/rp)

Share

Video Popular