Erabaru.net. Saat bayi jaguar ini dibawa ke rumah sakit khusus hewan, para dokter menyadari kalau kucing besar ini tidak dapat menggerakkan kedua kakinya.

Laporan sinar-x mengungkapkan alasan yang memilukan.

Pada tahun 2016, seorang warga yang peduli di Ekuador menghubungi TUERI, sebuah organisasi penyelamatan satwa liar, setelah ia menemukan seekor bayi jaguar yang sendirian dan tidak dapat menggerakkan kakinya.

Kucing besar ini lalu dibawa ke rumah sakit khusus hewan, tempat para dokter hewan melakukan pemeriksaan sinar-x terhadapnya.

Setelah melihat hewan ini mengalami tetraplegik- hasilnya menunjukkan kalau terdapat 18 peluru yang bersarang di dalam tubuh hewan malang ini.

Facebook | Andrés Ortega.
Facebook | Andrés Ortega.

Veronica Cabrera, seorang mahasiswa kedokteran hewan Universitas San Francisco de Quito di Ekuador, mengatakan kepada The Dodo.

“Setiap Minggu kami menerima hewan liar dari seluruh penjuru negeri yang menjadi korban perburuan tanpa pandang bulu.”

“Kami ingin kisah bayi jaguar ini diketahui semua orang, sehingga perburuan binatang ini bisa dicegah atau dihentikan,” kata Cabrera.

Facebook | Andrés Ortega.
Facebook | Andrés Ortega.

“Kami tidak tahu persis apa yang terjadi karena warga desa tidak mau memberikan informasi, tapi hewan ini ditemukan di samping perkebunan kelapa sawit tanpa induknya,” kata Cabrera.

“Kami mengira mungkin hewan ini terlalu dekat dengan perkebunan dan ditembak.”

Walaupun ada dua peluru yang telah menghancurkan sumsum tulang belakang jaguar ini, para dokter hewan yakin kalau ia masih punya harapan.

Facebook | Andrés Ortega.
Facebook | Andrés Ortega.

Bayi jaguar ini diberi nama D’yaira oleh para dokter hewan. Ia telah dioperasi sehingga sebagian besar peluru bisa dikeluarkan.

Namun, beberapa peluru yang tertanam di tulangnya tidak bisa dikeluarkan.

Setelah operasi, D’yaira mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan dan bahkan sudah bisa mengubah posisi dan menggerakkan kaki-kakinya.

Cabrera menjelaskan bahwa D’yaira kini bahkan bisa menghabiskan 15 hingga 20 ekor dada ayam per hari tanpa masalah.

“Dia semakin kuat,” tambahnya.

Facebook | Andrés Ortega.

Pada tahun 2017, D’yaira telah pulih dan belajar berburu, bahkan ia kini menjadi perenang yang terampil di bawah pengawasan para dokter hewan dari Darwin Animal Doctors.

Saat ini para penyelamatnya juga sedang merencanakan untuk melepaskan jaguar ini kembali ke alam bebas, tapi sebuah alat pelacak harus dibeli untuk mengawasi keberadaan D’yaira.

“Alat pelacak ini penting untuk mengetahui perkembangan D’yaira dan untuk mengembangkan upaya konservasi jaguar jangka panjang di Ekuador,” tulis organisasi penyelamatan satwa liar ini di website resminya.

Menurut sebuah foto yang diunggah pada halaman Facebook resminya, organisasi ini telah berhasil mengumpulkan 2.500 dollar untuk membeli sebuah alat pelacak satelit untuk D’yaira dan jaguar ini akan semakin mendekati rencana pelepasannya kembali ke alam bebas.(lin/rp)

Share

Video Popular