Erabaru.net. Seorang remaja berbagi surat perpisahan sarat emosional dari ibunya di media sosial dengan harapan kita akan semakin menghargai kehadiran orang tua.

Dan sudah pasti, kata-kata terakhir ibunya berisi bimbingan dan cinta ini telah membawa kenyamanan bagi ribuan orang di seluruh dunia.

Pada Juni 2016, Margaret “Peggy” Summers dari Fort Wayne, Indiana, didiagnosis menderita kanker ginjal stadium 4.

Saat itu menjadi pengalaman yang menyakitkan bagi putri termudanya, Hannah Summers, 18 tahun, yang menyaksikan ibunya melawan penyakit mengerikan tersebut.

“Ada malam-malam saat ibu akan terjaga semalaman hanya untuk mengerang kesakitan atau muntah,” kata Hannah yang juga seorang siswa perawat ini, kepada People.

Facebook | Hannah Summers.

Pada tanggal 31 Oktober, Peggy meninggal karena kanker di usia 55 tahun, di Rumah Sakit Parkview Memorial.

Dia meninggalkan suami dan empat anaknya, termasuk Hannah.

Beberapa jam setelah dia wafat, Hannah dan saudara-saudaranya menemukan surat yang ditujukan kepada setiap anaknya di lemari ibu mereka.

Facebook | Hannah Summers.

Sulit bagi Hannah ketika harus membaca surat ibunya. Namun, surat tersebut membawa “banyak kenyamanan” bagi remaja sepertinya setelah merasakan kehilangan yang menghancurkan.

“Kata-katanya membantu saya menyadari bahwa tidak peduli seberapa sulitnya situasi ini, ibu akan selalu bersamaku,” kata Hannah kepada BBC News.

Hannah kemudian memposting surat ibunya di Twitter, berharap bisa menginspirasi orang lain untuk “memeluk orang tua Anda sedikit lebih dekat dan tidak pernah mengabaikan mereka begitu saja.”

Facebook | Hannah Summers.

Dalam suratnya untuk Hannah, Peggy mulai dengan mengatakan, “Hannah, jika kau membaca surat ini maka operasinya tidak berjalan dengan baik.

Ibu minta maaf, ibu berusaha sebaik mungkin untuk mengatasi penyakit mengerikan ini tapi ibu rasa Tuhan punya rencana lain untuk ibu.”

Share

Video Popular