Erabaru.net. Ketika ibu pergi untuk selamanya, hanya aku sendiri di sisinya, saat itu aku tidak percaya dan tidak ingin percaya bahwa itu adalah kenyataan. Namun, waktu bagaikan panah, berlalu dengan cepat, tak terasa sepuluh tahun pun berlalu.

Saat ini, aku yang kehilangan ibu tercinta membawa kerinduan dan kenangan bahkan rasa bersalah.

Aku mengenang ibu almarhumah sambil mengetik huruf demi huruf di atas papan keyboard di sini, kupanjatkan do’a semoga bunda telah damai di sana, jangan khawatir dengan anak-anak dan keluarga bunda di sini!

44 tahun, sebuah usia yang baru dimulai dalam perjalanan hidup bunda, namun, siksaan momok penyakit yang kejam telah membawa pergi hidupnya !Mengapa ?

Ilustrasi.

Selama hidupnya, bunda telah merasakan getirnya hidup yang singkat ini !

Ketika melahirkan aku, ibu terserang demam, dan tidak diobati dengan baik, kita tahu terutama kaum wanita, penyakit pasca persalinan yang tidak sembuh-sembuh, ditambah lagi dengan siksaan momok penyakit bronkitis dan emfisema selama bertahun-tahun—-Beberapa jenis penyakit (rawat inap, jumlah obat yang dimakan tidak ada habisnya), karena sering minum obat sehingga memicu banyak efek samping, jantung juga tidak sehat lagi!

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular