Erabaru.net. Keluargaku memiliki tiga anak perempuan, aku adalah putri bungsu. Setiap kali berbicara tentang tiga bersaudara perempuan kami ini, ingin sekali rasanya aku mendesah panjang.

Sungguh hidup dan mati itu memang sudah digariskan, dan kesuksesan seseorang tidak hanya harus ulet dan usaha keras tapi juga faktor nasib. Nasib kami bertiga bisa dikatakan sangat jauh berbeda.

Di antara kedua kakakku, pendidikanku yang paling tinggi, dan dengan usaha kerasku sendiri, aku bisa menikmati hidup yang baik.

Beda dengan kedua kakak perempuanku. Mereka putus sekolah setelah lulus SMP. Bukan orangtua yang tidak membolehkan mereka sekolah, tapi mereka memang benar-benar bukan tipe yang malas berpikir, hingga akhirnya berhenti.

Kakak sulung terbilang lebih baik, parasnya lebih cantik, menikah dengan suami dari keluarga berada, hidup nyaman dan santai sepanjang hari.

Sementara kakak kedua bernasib malang, belum dua tahun menikah, suaminya meninggal, meninggalkan seorang anak berusia dua tahun, dan hidupnya jauh lebih menyedihkan.

Tapi sikap kedua kakakku ini sangat jauh berbeda terhadapku, contoh misalnya kasus operasi yang aku jalani lima tahun silam, karena kekurangan uang untuk biaya operasi, akhirnya ayah yang meminjamkannya untukku.

Ketika kakak sulung menjengukku, tatapan matanya terlihat penuh penghinaan, tampak di tangannya sekantong uang tunai 50 juta rupiah.

Share

Video Popular