Erabaru.net. Aku dirawat dan dibesarkan ibuku, sementara ayah sudah lama meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Sejak ayah meninggal, ibu sendiri yang merawatku dan tinggal di daerah pedesaan, bisa dibayangkan, betapa susahnya hidup kami berdua.

Untuk membantu meringankan beban ibu, nenek ke rumah kita, tapi umur nenek juga sudah tua, akhirnya kurang dari dua tahun, nenek pun jatuh sakit dan lumpuh.

Kondisi seperti itu semakin memberatkan beban ibu, karena harus merawat aku yang masih kecil dan nenek yang sudah tua dan lumpuh.

Selain bertani, ibu juga bekerja serabutan di rumah tetangga. Aku benar-benar tak tega melihat ibu yang banting tulang dengan susah payah, tapi aku juga tak bisa berbuat apa-apa mengingat usiaku masih kecil waktu itu.

Saat itu, boleh dibilang kerabat yang paling dekat adalah paman, dan kondisi keluarga paman juga lumayan baik secara ekonomi. Namun, meski susah sekali pun, ibu tidak pernah meminta tolong pada keluarga paman.

Suatu hari, saat ibu sedang bekerja, tanpa sengaja kakinya terluka dan tidak bisa bekerja berat. sehingga hidup pun semakin susah.

Ketika itu aku baru duduk di bangku SMU, sehingga biaya sekolahku pun tertunda, dan menghadapi ancaman putus sekolah.

Ilustrasi.

Karena tidak ada jalan lain lagi, aku pun ke rumah paman pinjam uang untuk biaya sekolah.

Setelah mendengar tujuanku, paman langsung berkata : “Sekolah bukan waktu yang pendek lho, kalau paman kasih pinjam, mungkin seumur kalian tidak akan sanggup mengembalikannya, apalagi mengingat kondisi (ekonomi) keluarga kalian. Paman juga tidak mau uang paman hilang begitu saja.”

Akhirnya tanpa disuguhkan setetes air minum aku diusir. Sejak itu, aku benar-benar putus sekolah, dan semenjak itu juga diam-diam aku bersumpah pada diri sendiri harus bisa berhasil suatu hari nanti.

Semenjak putus sekolah, aku pun bekerja, dan setelah berjuang keras lebih dari satu dekade, akhirnya aku berhasil mendirikan perusahaan dengan skala tertentu.

Sekarang aku punya rumah dan mobil di kota ini, aku juga membawa ibu untuk tinggal bersamaku.

Sejujurnya, aku tidak pernah berpikir, suatu hari nanti paman akan datang meminta bantuanku, tapi hal yang tak pernah kubayangkan itu akhirnya terjadi juga.

Beberapa hari yang lalu, paman berkunjung ke rumah, ia membawa banyak oleh-oleh khas kampung.

Tak lama setelah duduk, dia pun menceritakan maksud kedatangannya, ternyata anaknya kalah berjudi dan sekarang dikejar-kejar oleh penagihnya.

Mendengar ceritanya, aku pun sudah bisa menebak ke mana ujungnya.

Ilustrasi.

Dia ingin meminjam uang, tapi saat membayangkan posisinya seperti aku waktu itu, aku pun tanpa basa basi lagi berkata pada paman : “Waktu aku pinjam uang untuk biaya sekolah pada paman ketika itu, paman takut uangnya tidak kembali, sekarang paman mau meminjam uang pada saya, menurut Paman, apa saya akan meminjamkannya ?”

Wajah paman serasa seperti tertampar oleh kata-kataku, diam terhenyak. Akhirnya tanpa menunggu diusir seperti yang kualami di rumahnya ketika itu, paman pun langsung pergi.

Saat dia hendak keluar, aku menyuruhnya sekalian membawa kembali oleh-olehnya, aku tak ingin lagi berhubungan dengan keluarga mereka.

Sejak itu, aku memang telah bersumpah untuk tidak pernah lagi berhubungan dengan sekeluarga paman. Menurut kalian benarkah yang kulakukan ini ?(jhn/yant)

Sumber: kknews.cc

VIDEO REKOMENDASI

Share
Tag: Kategori: STORY

Video Popular