Erabaru.net. Seorang wanita dari Carolina Utara sedang menyetir untuk menjemput anak-anaknya ketika mobilnya ditabrak oleh kendaraan lain dari arah berlawanan melaju melintasi garis tengah kiri.

Setelah tabrakan, kakinya remuk, dan ia tak bisa keluar dari dalam mobil. Tepat saat mobilnya hampir meledak, ‘malaikat penolong’nya pun muncul.

Pada tanggal 18 September, Brandy Guin sedang berkendara ke rumah kakek neneknya di Shelby saat kecelakaan itu terjadi.

Ia menginjak rem begitu kuat hingga pedal rem bengkok, tapi mobil lain di depannya tidak berhenti; mobil itu tetap melaju dan menabrak mobilnya.

“Kantong udara muncul dari samping dan bagian depan,” kata Guin pada InsideEdition.

©Video Screenshot | Insideedition

Guin mencoba keluar dari dalam mobilnya, tapi rasa sakit yang menyakitkan di kaki membuatnya tidak mungkin bergerak.

“Aku mencoba menurunkan kaki kananku … dan aku melihat tulang mencuat dari kakiku,” katanya.

“Aku harus duduk kembali dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Saat itulah seseorang berlari menghampiriku. ”

Orang yang datang untuk membantu Guin adalah Staf Garda Nasional Angkatan Darat Sersan Cory Hinkle, yang menyetir dua mobil di belakang mobil Guin.

Sersan ini baru pulang kerja dan menyaksikan tabrakan tersebut.

©Video Screenshot | Insideedition

Dengan bantuan dari pengendara lain, Hinkle membawa Guin ke sisi yang berlawanan saat mobilnya terbakar.

“Pada saat itu, aku hanya berbaring di sampingnya, karena ledakan dan ban-ban meletus. Aku membuatnya terus menatapku, aku membuatnya terus berbicara, ” kata Hinkle.

“Pertama kali ledakan terjadi, itu membuatku takut,” kenangnya.

“Suaranya keras, suara itu adalah sebuah ledakan. Katanya, ‘Jangan khawatir, ada aku di sini yang akan membantumu.”

Hinkle sendiri menderita luka ringan di kepala dan kaki saat melindungi tubuh Guin dari ledakan.

©Video Screenshot | Insideedition

Sejak kejadian itu, Hinkle mengunjungi Guin, dan mereka menjadi teman baik. “Sejak itu kami selalu berbicara setiap hari. Kami akan menjadi teman seumur hidup, “kata Guin.

Guin juga memuji Hinkle atas keberaniannya.

“Dia malaikat penolongku. Dia layak menerima semua pujian di dunia ini. Dia pria yang luar biasa, ” katanya.

Hinkle tidak berpikir begitu, karena dia percaya siapa saja yang memakai seragamnya, dan masih banyak warga sipil lain juga, yang akan bereaksi dengan cara yang sama.

“Aku tidak menganggap diriku pahlawan. Aku berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan aku sudah dilatih untuk membantu agar dia tetap tenang dan juga kekuatan untuk mencegahnya terluka lebih parah, ” katanya.

©Video Screenshot | Insideedition

Guin merasa Hinkle terlalu rendah hati. Dia berkata, “Aku tidak pernah bertemu seseorang yang akan menyerahkan nyawanya untuk seseorang yang tidak dia kenal. Dia melihat hal baik dalam diri orang lain dan tak menyadari kalau dirinya sendiri orang yang luar biasa. Ia jauh di atas dan melampai apa yang dilakukan kebanyakan orang. Aku sangat senang dia berada di sana saat itu.”

(lin/rp)

Share

Video Popular