Erabaru.net. Seorang wanita berusia 83 tahun yang tidak diketahui siapa namanya ini menulis sebuah surat untuk sahabatnya, menguraikan pemikiran dan kebijaksanaan di saat-saat terakhir hidupnya.

Surat ini mendapat perhatian karena berisi tentang wawasan luar biasa bagi kaum muda untuk mengatur kembali prioritas hidup mereka.

Dalam suratnya, yang ditujukan kepada temannya Bertha, sang penulis memulai dengan menyatakan kalau ia “lebih sering membaca dan lebih sedikit membersihkan.”

Internet

Ia melanjutkan dengan menjelaskan caranya membuat prioritas atas segala sesuatu untuk membuatnya tetap berpikir positif, seperti “mengagumi pandangan’ daripada ‘mempermasalahkan rumput liar’ atau ‘menghabiskan waktu dengan teman’ dibandingkan ‘bekerja’

©kremlin.ru

Penulis surat itu juga berbicara tentang konsep konyolnya dengan menabung untuk ‘nanti’ atau ‘acara khusus’.

Ia berbicara tentang kehidupan saat ini dan menikmati hari ini daripada kehilangan kedamaian karena sibuk merencanakan ‘esok hari yang lebih baik’.

Penulis menyadari bahwa di usianya ini apapun yang layak dicapai atau dialami perlu untuk dicapai atau dialami sekarang juga, bukan ‘suatu hari nanti’ lagi.

©Flickr | Jessie Wagstaff
©Wikimedia

Penulis membuat relevansi bahwa dia selalu berusaha untuk tidak menunda atau ‘membiarkan hingga nanti’ segala hal yang bisa menambah kebahagiaan atau menyinari kehidupan mereka.

©Flickr | Ben Smith

Ia menulis, “Saya tidak menyimpan parfum yang bagus untuk pesta khusus, tapi menggunakannya saat berada di toko peralatan dan saat berhadapan dengan kasir di bank.”

“Saya sedang mencoba mengingat saat ini dan menghargainya.

Saya tak sedang ‘menyimpan’ apapun; kami menggunakan porselen dan kristal yang bagus untuk setiap acara khusus seperti berhasil menurunkan berat badan setengah kilogram, membuat wastafel mengalir lancar atau saat pertama bunga Amarilis mekar.”

Internet

Pada titik ini, dia membuatnya sangat jelas bahwa dia ingin menikmati setiap momen dari sisa hidupnya.

Dengan usia dan pengalamannya yang menghasilkan kebijaksanaan, dan dalam kebijaksanaan ini, penulis menyatakan bahwa ketika Anda menyadari bahwa waktu terbatas, Anda cenderung kecewa atas hal-hal kecil yang dibiarkan tidak selesai.

Ini termasuk menulis surat kepada teman atau hanya memberi tahu suami dan orang tuanya bahwa Anda mencintai mereka.

Penulis mengakhiri suratnya dengan menulis, “[S]etiap pagi saat saya membuka mata saya, saya katakan pada diri saya sendiri bahwa ini spesial. Setiap hari, setiap menit, setiap nafas benar-benar merupakan anugerah.”

Ini adalah kalimat terakhir dari suratnya yang menunjukkan inti dari semua hal yang ingin dia ungkapkan: “Hidup mungkin bukan pesta yang kita harapkan, tapi sementara kita berada di sini kita juga bisa menari.”

Sungguh wanita tua yang bijaksana! (lin/rp)

Share

Video Popular