“Saya mendengarkan radio di dalam mobil dan sebuah iklan diputar mengenai Pertolongan Jantung Darurat 24/7 (24/7 Urgent Cardiac Care) di Mater. Ada penjelasan gejala yang mereka gambarkan itu yang membuat saya berpikir kalau itu terjadi pada saya,” katanya.

(Foto: Getty Images | Doug Armand)

Hassett menghubungi nomor telepon di iklan tersebut dan mengadakan janji temu di hari yang sama. Ia meminta putrinya untuk mengantarkannya ke rumah sakit tersebut tanpa menjelaskan alasannya, karena ia tak ingin membuat putrinya kuatir.

Sampai di rumah sakit, seorang perawat yang ramah melakukan beberapa tes pada Hassett, tapi seketika raut wajah perawat itu berubah dengan cepat, dan tiba-tiba saja ia terdiam.

Hassett tahu ada tidak beres, dokter pun memberitahu, detak jantungnya tidak normal dan sedang berada dalam kondisi ‘pra-kematian’.

Hasset harus menjalani operasi jantung dan kesempatan hidupnya sekitar 80 persen – yang bukan kondisi ideal bagi kebanyakan kasus.

(Foto: Getty Images | BERIT ROALD)

Setelah mendengar hal ini, Hassett menyesal telah mengabaikan tanda-tanda yang terjadi selama ini, seperti hasil penghitungan detak jantung tak teratur yang ditunjukkan saat ia menggunakan sepeda latih.

“Saya mengabaikan tanda-tanda penyakit jantung dan tidak tahu kenapa, saya hanya bisa bilang saya terlalu bodoh,” katanya.

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular