- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Petani Ini Berniat untuk Bunuh Diri, Dia Mendaki Gunung untuk Melakukannya, Tapi Apa yang Dia Temukan di Sana Justru Mengubah Hidupnya

Erabaru.net. Ketika orang ini mengalami kesulitan keuangan yang sulit dipecahkan, dia memutuskan untuk bunuh diri. Tapi setelah mendaki gunung, tiba-tiba, ada sesuatu yang menarik perhatiannya, yang kemudian akan mengubah hidupnya selamanya.

Akinori Kimura, seorang petani dari prefektur Aomori, Jepang, menikah dengan seorang wanita dari keluarga petani apel pada usia 22 tahun.

Muda dan ambisius, dia bercita-cita ingin menjadi petani apel berskala besar menggunakan bahan agro- kimia, namun penggunaan pestisida dan pupuk kimia menyebabkan dia mengalami iritasi kulit parah dan bahkan menyebabkan pembengkakan pada wajah istrinya.

[1]
(Foto : YouTube Screenshot | Ted-X Talks)

Kemudian suatu hari, dia menemukan sebuah buku di toko buku lokal, yang menginspirasinya untuk menanam apel menggunakan metode pertanian alami.

“Saya tidak bisa menghitung berapa kali saya membacanya,” kata Kimura, dalam sebuah film dokumenter NHK.

Namun, segera setelah dia berhenti menggunakan pestisida, serangga menyerang kebun buahnya. Dan setelah wabah penyakit bakteri terjadi di kebunnya, daun pohon apel di sana sudah rontok sebelum musim gugur.

Kimura mencoba berbagai cara untuk menghidupkan kembali pohon yang sekarat di sana namun tidak berhasil.

Bahkan setelah empat tahun, pohon apelnya tidak juga berbuah, dan setelah tahun kelima, mereka mulai layu.

[2]
(Foto: YouTube Screenshot | SBS Culture)

Kimura mengalami kesulitan keuangan yang besar akibat panen yang gagal bertahun-tahun. Pada tahun keenam, setelah kehilangan semua harapan, dia memutuskan untuk bunuh diri di Gunung Iwaki, tapi kemudian sesuatu yang tidak terduga terjadi!

[3]
(Foto: YouTube Screenshot | SBS Culture)

Sementara dia mencari tempat untuk bunuh diri, dia melihat pohon ek yang subur. Pemandangan itu membuatnya merenung, bagaimana pohon ini bisa bertahan di alam liar tanpa menggunakan pestisida.

Dan kemudian dia memulai pencariannya untuk mengetahui “rahasia” pohon liar yang sarat dengan buah-buahan ini!

Dia mulai menggali tanah di bawah pohon itu, dan dengan takjub menemukan bahwa tanahnya sangat lembut.

“Jika saya bisa mereproduksi lingkungan ini, saya akan sukses,” kata Kimura dalam sebuah laporan oleh Japan Times.

Dengan penemuan baru ini, Kimura bereksperimen menggunakan berbagai jenis tanah dan meneliti tentang serangga yang mempengaruhi kebunnya. Dia bertahan dalam upayanya untuk mereproduksi ekosistem seperti di atas gunung, di ladangnya.

Untuk mencapai hal ini, saat kebunnya ditumbuhi rumput liar, alih-alih mencabutnya, dia justru malah membiarkan rumput-rumput itu tumbuh alami.

Alih-alih menggunakan pestisida, dia menekankan penggunaan serangga bermanfaat untuk mengusir serangga yang merugikan.

Untuk melindungi pepohonan melawan penyakit bakteri, dia hanya menaburinya dengan larutan cuka encer.

[4]
(Foto: YouTube Screenshot | SBS Culture)
[5]
(Foto: YouTube Screenshot | SBS Culture)

Akhirnya, pada tahun kesembilan upayanya, pada suatu hari di musim semi, dia melihat bunga-bunga putih mekar di kebun apelnya.

[6]
(Foto: YouTube Screenshot | SBS Culture)

Kimura percaya bahwa lingkungan alam membantu mengeluarkan kekuatan alami pohon apel, selain itu juga membuat buahnya penuh dengan rasa manis alami.

“Saya pikir beragam rumput di ladang justru akan menjaga keseimbangan setiap organisme yang hidup di situ,” katanya.

[7]
(Foto: YouTube Screenshot | SBS Culture)
[8]
(Foto: YouTube Screenshot | SBS Culture)
[9]
(Foto: YouTube Screenshot | SBS Culture)

“Saya baru saja terlibat dalam membangun ekosistem di mana pohon apel tumbuh dengan mudah,” kata Kimura.

[10]
(Foto: YouTube Screenshot | SBS Culture)
[11]
(Foto: YouTube Screenshot | SBS Culture)

Hari ini, Kimura adalah seorang petani Jepang yang terkenal, karena berhasil membudidayakan apel tanpa menggunakan pestisida atau pupuk apa pun.(anggi/yant)

Sumber: ntd.tv