- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Planet ‘Alien’ Raksasa Ditemukan 22.000 Tahun Cahaya dari Bumi, dan Berukuran 13 Kali Lebih Besar dari Jupiter

Erabaru.net. Benda misterius yang ditemukan di jantung galaksi kita ini begitu besar sehingga para ilmuwan tidak yakin apakah itu sebenarnya planet atau planet katai /kerdil.

Para ilmuwan yang telah melihat “planet” raksasa yang tersembunyi di tengah tonjolan galaksi Bima Sakti, mengumumkan dalam sebuah makalah di Astronomi dan Ilmu Antariksa Korea , yang disampaikan oleh peneliti Ryu Yoon-Hyun pada Perpustakaan Universitas Cornell.

Objek yang dimaksud diberi nama “OGLE-2016-BLG-1190Lb,” yang sedang mengelilingi sebuah bintang sekitar 22.000 tahun cahaya dari Bumi, dan 13 kali lebih besar dari Jupiter – planet terbesar tata surya kita.

[1]
(Foto : Getty Images | MARK GARLICK)

“Kami melaporkan penemuan OGLE-2016-BLG-1190Lb, yang kemungkinan merupakan planet microlensing Spitzer pertama di tonjolan/bar galaksi, sebuah hasil penelitian yang dapat dikonfirmasi oleh dua pencitraan resolusi tinggi dari kombinasi source-lens baseline object,” demikian hasil laporan dari makalah tersebut.

[2]
(Foto : Getty Images | Bill Ingalls/NASA )

OGLE-2016-BLG-1190Lb ditemukan pada bulan Juni 2016 dalam acara microlensing yang diselenggarakan oleh kolaborasi Optical Gravitasi Lensing Experiment (OGLE), sebuah proyek astronomi Polandia yang mencari planet gelap dan planet ekstrasurya di jagat raya.

[3]
(Foto : NASA)

Sebuah tim peneliti internasional besar menemukan objek tersebut saat menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan Spitzer Space Telescope NASA, sebuah teleskop ruang infra merah yang diluncurkan pada tahun 2003.

Dengan memanfaatkan microlensing, sebuah metode yang mampu menemukan planet pada jarak yang benar-benar jauh dari Bumi, para ilmuwan dapat menemukan objek misterius tersebut, yang mengorbit pada bintang induknya kira-kira setiap tiga tahun sekali.

Teknik “Microlensing” mengukur distorsi pada lampu dengan menggunakan cahaya bintang-bintang di latar belakangnya seperti cara kerja cahaya senter.

[4]
(Foto: YouTube Screenshot | SETI Institute)

Namun, karena ukurannya yang sangat besar, para ilmuwan tidak dapat menentukan apakah itu benar-benar sebuah planet, atau planet katai/kerdil, yang juga dikenal sebagai bintang yang gagal.

Planet katai/kerdil adalah benda-benda yang mengandung substel yang berkisar antara 13 sampai 90 kali massa Jupiter, namun, mereka kekurangan cukup massa untuk “bercahaya” seperti bintang-bintang.

“Massa planet menempatkannya tepat pada batas pembakaran deuterium, yaitu batas konvensional antara ‘planet’ dan ‘planet kerdil’,” tulis laporan hasil penelitian tersebut.

[5]
(Foto : NASA)

OGLE-2016-BLG-1190Lb ditemukan tepat di tepi gurun planet kerdil.

[6]
(Foto : Getty Images | Danita Delimont)

“Karena keberadaan gurun planet kerdil ini bertanda mekanisme pembentukan bintang dan planet yang berbeda, sangat mendekati ciri OGLE-2016-BLG-1190Lb ke gurun inilah hingga menimbulkan pertanyaan apakah objek itu benar-benar sebuah ‘planet’ (oleh mekanisme pembentukan) dan oleh karena itu bereaksi kembali atas perannya menelusuri distribusi galaksi planet-planet”, tulis penulis di dalam makalah tersebut, seperti dilansir phys.org.

Hal ini menarik untuk bisa melihat “planet” alien ini akan menjadi apa nantinya. Mari berharap kita menerima informasi terbaru dalam waktu dekat. Ada alam semesta besar di luar sana!(iin/yant)

Sumber: ntd.tv