Saat itu sang ritualis tidak banyak berpikir, karena masih ada kasus lain yang harus dikerjakan, lalu dia meninggalkan nomor kontaknya.

Ilustrasi.

Tapi tak disangka, dua hari kemudian, dia ditelepon ibu Titi, terdengar suara sedih dari ujung telepon : “Guru, tekanan darah dan denyut nadi Titi hampir tidak bisa diukur lagi, saya tahu sudah tiba saatnya …”

Sang ritualis tiba di rumah sakit tak lama setelah Titi meninggal.

Sang ritualis bersiap untuk mengadakan ritual perkabungan Titi, namun, ibu Titi tiba-tiba berkata kepadanya dengan tergesa-gesa bahwa pihak rumah sakit tidak mengizinkan mereka membawa jenzah Titi karena mereka masih berutang ratusan juta rupiah biaya rumah sakit.

Ilustrasi.

Pihak rumah sakit berhak menahan jenazah apabila biaya rumah sakit belum dilunasi sepenuhnya.

Namun, biaya pengobatan itu bukan jumlah yang kecil. Demi perawatan medis Titi, tabungan keluarga juga sudah habis, dan uang pinjaman yang berhasil dikumpulkan juga tidak seberapa, membuat keluarga korban tidak berdaya dan menangis pilu.

Share

Video Popular