Ilustrasi.

“Saya dulu juga pernah hidup susah, bisa dibilang kita berjodoh dipertemukan seperti ini, jadi izinkan saya membantu sampai ritual perkabungan selesai.”

Tidak lama kemudian beberapa guru ritual datang untuk membacakan do’a arwah, dan tak disangka, arwah Titi pun muncul.

Dia berlutut di depan guru ritual dengan linangan air mata, seolah-olah ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa bersuara.

Dengan lembut guru ritual berkata kepada Titi : “Anak yang baik, jangan berlutut di sini, kamu dengarkanlah do’a mereka. Jangan menangis, paman akan membantu mengatasi semuanya. Sekarang kamu tidak bisa bersuara karena masih ada selang di kerongkonganmu saat kamu meninggal.”

Ilustrasi.

Setelah perkabungan yang berliku-liku, pemakaman Titi akhirnya selesai, saat hari pemakaman, teman-teman sekelasnya juga datang mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhir.

Meski hari-hari terakhir hidupnya sangat tersiksa karena sakit, namun pergi dengan membawa begitu banyaknya cinta kasih dan kehangatan, yakin Titi akan hidup bahagia di alamnya sana.(jhn/yant)

Sumber: pixpo.net

Share

Video Popular