Erabaru.net. Ada akibatnya jika menjadi orang yang terlalu baik, terlalu pemberi dan terlalu peduli. Untuk menghindari depresi atau tekanan, kita harus menghentikan kebiasaan menerima hanya untuk mendapatkan persetujuan seseorang. Saya tahu, sangat sulit untuk dilakukan, tapi bukan berarti tidak mudah.

Mereka yang telah mengalami depresi ini cenderung menjadi orang yang suka menyenangkan orang lain. Namun, ironisnya, tindakan mereka justru lebih sering dianggap sebagai sikap egois dan mau menang sendiri oleh orang lain.

Selama lebih dari tiga dekade, saya sendiri percaya pada sikap omong kosong percaya itu. Saya yakin dulu saya egois dan selalu ingin menang sendiri. Saya juga berpikir tak perlu kuatir apa yang saya pikirkan. Pendapat saya kurang penting dibanding pendapat orang lain. Sepertinya dulu saya seolah-olah menjalani kehidupan orang lain.

Akhirnya, setelah mengalami dua kali kejang otak besar akibat percobaan bunuh diri, saya berhenti hidup sebagai orang lain dan melihat lebih jauh ke depan…

Kehidupan Orang Lain

Saya dulu anak kecil yang “terlalu muda untuk memahami segalanya” dan kemudian membuat keputusan. Hidup saya diatur oleh orang dewasa, yang tidak bisa melihat masalah serius yang diakibatkan oleh keyakinan primitif seperti; “anak-anak seharusnya terlihat tapi tak didengar.”

Kemudian, saat saya menjadi orang dewasa muda, yang bergantung pada orang lain yang menemukan apa pun keuntungan dari diri saya. Pada saat itu sepertinya penampilan sayalah yang menjadi satu-satunya nilai terbaik di mata orang lain.

Share

Video Popular