Erabaru.net. Dua ilmuwan Amerika merilis sebuah makalah pada pertemuan tahunan “Geological Society of America”, memperingatkan bahwa meski terjadi fluktuasi dan perubahan kecil pada laju rotasi bumi.

Namun perubahan-perubahan kecil ini akan menyebabkan peningkatan tajam pada gempa global tahun depan, terutama di daerah tropis yang padat penduduknya, akan terjadi aktivitas gempa yang kuat.

Gempa bumi berkekuatan 5,4 pada skala richter di utara Korea.

Internet

Makalah yang dirilis profesor Roger Bilham dari Universitas Colorado dan profesor Rebecca Bendick dari Universitas Montana pada pertemuan tahunan Geological Society of America” bulan lalu, menyebutkan, bahwa rotasi bumi erat hubungannya dengan aktivitas gempa dan “korelasi antara rotasi Bumi dan aktivitas gempa sangat kuat,yang menunjukkan akan terjadi peningkatan jumlah gempa bumi yang hebat tahun depan.

Kedua ilmuwan telah mencatat seluruh gempa bumi dengan magnitude 7 skala richter atau lebih besar sejak tahun 1900.

Mereka menemukan bahwa gempa lebih sering terjadi ketika kecepatan rotasi Bumi berubah.

Mereka juga menemukan bahwa rotasi bumi melambat signifikan secara periodik dalam lima tahun sekali selama satu setengah abad terakhir.

Pada periode tersebut frekuensi gempa Bumi meningkat lebih sering dan dahsyat antara 25-30 gempa dalam satu tahun dan rata-rata hanya 15 gempa kuat terjadi sepanjang sisa periode tersebut.

Internet

“Perputaran Bumi memang sedikit berubah, kadang-kadang hanya dalam hitungan milidetik. Itu bisa diukur dengan sangat akurat oleh jam atom,” kata Bilham.

Gempa dengan kekuatan 7,3 skala richter melanda perbatasan bagian utara Iran dan Irak (13/11).

“Kita akan menghadapi gempa bumi lima tahunan. Tahun depan kita akan melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah gempa bumi yang serius. Sejauh ini kita hanya mengalami sekitar enam gempa bumi dahsyat. Namun, tahun depan akan ada 20 gempa kuat,” pungkas Billham.

Internet

Sayangnya, sulit untuk memprediksi di mana gempa hebat akan terjadi.

Meski demikian, Bilham mengatakan bahwa mereka menemukan sebagian besar gempa bumi hebat akan terjadi di sekitar khatulistiwa.

Meski tak tahu persis mengapa laju rotasi bumi akan menyebabkan peningkatan gempa, kedua ilmuwan menduga bahwa perubahan pada perilaku inti bumi adalah alasannya. Dan terbetik berita, bahwa sekitar satu miliar orang tinggal di daerah tropis.

Gempa berkekuatan 7,1 skala richter yang melanda negara bagian Meksiko tengah, Puebla, Selasa (19/9) waktu setempat. (jhn/rp)

Ifuun.com

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular