Erabaru.net. Seorang calon ibu didiagnosis dengan kehamilan berisiko langka dimana si kembar hanya memiliki kesempatan 50 persen untuk bertahan hidup.

Tapi bagaimana kembar yang belum lahir ini saling mendukung di rahim ibu mereka sungguh menakjubkan.

Saat mereka lahir, mereka benar-benar “berpegangan tangan”!

Sarah Thistlethwaite dan Bill dari Orrville, Ohio, mengharapkan kembar “mono mono” mereka yang langka, dan mereka sepenuhnya sadar akan risiko yang terlibat dalam kelahiran mereka.

Pada kembar mono mono, bayi yang belum lahir berbagi kantung amnion yang sama, dan selama perkembangannya, tali pusar bayi mungkin saling mencekik – dalam situasi ini, bayi memiliki kemungkinan 50 persen untuk bertahan hidup.

Tapi sepertinya sudah ditakdirkan bahwa kedua bayi yang menggemaskan itu akan lahir dengan selamat, mengejutkan orang tua mereka dan semua dokter di setiap langkah perkembangan mereka, dan bahkan saat dilahirkan. Inilah kisah mereka yang luar biasa!

©Facebook | Akron Children’s Hospital

Begitu calon bayinya berusia 6 bulan, para dokter membawanya ke rumah sakit.

©Facebook | Akron Children’s Hospital

Dr Mancuso, yang menjaga ibu dan anak kembar sepanjang perjalanan mereka, dia adalah direktur pusat perawatan janin di Akron Children’s Hospital.

“Ini bentuk kembaran paling langka dan membawa risiko paling besar karena berbagi kantung amnion yang sama, tali pusar mereka bisa menjadi kusut saat mereka tumbuh dan bergerak sehingga bisa memotong suplai darah ke satu atau kedua kembar,” Dr. Mancuso mengatakan kepada People.

Makanya, kelangsungan hidup si kembar itu patut dipertanyakan.

Selama 57 hari berikutnya di rumah sakit, bayi-bayi itu dipantau secara teratur untuk melihat apakah tali pusar mereka akan terjerat.

Tingkat detak jantung mereka juga dipantau sampai saat melahirkan.

Akhirnya, para dokter melakukan operasi caesar, dan si kembar lahir “berpegangan tangan” -hanya beberapa hari sebelum Hari Ibu di tahun 2014.

©Facebook | Sarah Thistlethwaite

“Semuanya berjalan sempurna,” kata Sarah. “Itu adalah saat yang paling menakjubkan dan indah.”

Selama seluruh proses, ada banyak pergumulan emosional yang dialami orang tua ini, bersama dengan anak laki-laki mereka yang berusia 1 tahun, Jaxson.

Share

Video Popular