- Erabaru - http://www.erabaru.net -

32 Orang Ini Menjalani Kehidupan Semi Terpencil dari Dunia Luar ! Selama 62 Tahun Mereka “Tidak Pernah Meninggalkan Desa Sejengkal pun”

Erabaru.net. Di antara gugusan lubang runtuhan di Zhenxiong County, Provinsi Yunnan, Tiongkok, dengan ketinggian 1.440 meter di atas permukaan laut ini terdapat satu lubang runtuhan terbesar yang dikenal sebagai “Lingkaran panci raksasa” oleh penduduk setempat.

Di sana tinggal 8 kepala keluarga dengan total 32 jiwa yang tinggal di bagian dalam kubah karst, mereka hidup seperti di tanah sentosa yang semi-terpencil dari dunia luar.

[1]

Menurut penuturan warga desa setempat, mereka sudah tinggal di lubang runtuhan itu sejak tahun1953, dan di dalam kubah raksasa itu mereka menanam jagung, kentang dan tanaman lainnya, yang bisa menopang keberlangsungan hidup mereka secara mandiri.

Hampir selama 64 tahun sebelum jalan dibangun, mereka tidak pernah meninggalkan desa sejengkal pun.

Persediaan panen yang melimpah sekarang dibawa ke pasar untuk dijual, kemudian membeli kembali beberapa barang kebutuhan sehari-hari.

[2]

Sekarang, pemerintah daerah telah membangun sebuah jalan yang menuju ke gua, sehingga mempermudah masyarakat desa untuk berkomunikasi dengan dunia luar.

Sementara itu, Anak-anak juga bisa menerima pendidikan yang lebih baik dari dunia luar.

[3]

Salah satu alasan utama mengapa penduduk desa dapat terus berkembang di sini adalah runtuhan lubang yang disebut penduduk setempat sebagai “lingkaran panci raksasa”, dimana di dasar lubang tersebut terdapat kubah karst yang mengandung air di dalam gua dan dapat diminum.

[4]

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa orang di desa tersebut telah pindah, namun beberapa orang lainnya yakin bahwa mereka tidak berniat untuk pindah.

Mereka mengatakan sudah terbiasa tinggal di gua. Sementara rumah di bawah kaki gunung itu tidak awet, dan mereka berharap dapat tinggal di sini dari generasi ke generasi.

[5]

Hingga saat ini, mereka jarang mendapat gangguan dari dunia luar, disini tidak ada ponsel, WiFi, tempatnya hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas. Orang-orang mulai istirahat saat hari mulai gelap.

Saat santai di musim dingin, kaum pria biasanya minum arak buatan sendiri sambil mengitari api unggun, sementara kaum wanita berkumpul dan mengobrol santai.

[6]

Di luar gua telah mengalami banyak perubahan yang luar biasa, sementara penduduk desa di dalam gua masih mempertahankan kebiasaan dan standar hidup seperti semasa awal pembebasan .

[7]

Mereka berkembang biak dari generasi ke generasi, hidup dalam kemiskinan namun kepuasan hidup mereka yang sulit dimengerti oleh orang-orang luar.(jhn/yant)

Sumber: ins.bldaily.com