Erabaru.net. Saat Shanti Devi mengambil ban-ban truk yang berat di bengkel kerjanya, para pelanggan dan rekan kerjanya segera melompat untuk membantunya.

Tapi mereka segera melangkah mundur saat melihatnya, lebih karena mereka terkejut, wanita ini bisa melakukan pengangkatan benda berat itu semua sendirian.

Youtube

Dua puluh tahun lalu Shanti dan suaminya Ram tiba di Delhi dari Madhya Pradesh.

Suaminya bekerja di banyak tempat untuk menafkahi keluarga, mulai dari menarik becak hingga bertani, tapi pasangan ini tidak pernah benar-benar bisa mencukupi kebutuhan mereka.

Pada akhirnya, Shanti dan Ram membuka sebuah kedai teh di Sanjay Gandhi Transport Nagar (SGTN). Tapi kedai teh kecil hanyalah awal dari petualangan mereka.

Sebagai salah satu pemberhentian truk terbesar di Asia, SGTN bisa dipenuhi lebih dari 70.000 truk dalam waktu yang sama dan lebih dari 20.000 truk melewatinya setiap hari.

Jadi tidaklah mengherankan saat kedai teh itu laris manis. Suatu hari pasangan suami istri ini memutuskan untuk meningkatkan pelayanan mereka dan membuka bengkel mekanik untuk memenuhi kebutuhan perbaikan ribuan truk setiap hari.

Bengkel mekanik mereka dalam sekejap pun menjadi terkenal.

Shanti selalu belajar dengan cepat dan saat ia memperhatikan suaminya dan para mekanik memperbaiki truk-truk besar itu dari dekat, ia segera mempelajari ‘trik-trik usaha’.

Terlahir sebagai seorang pekerja keras, kini Shanti menjadi salah satu mekanik terbaik di bengkel milik mereka.

Hindustan Times

Ibu dari delapan anak ini bisa memperbaiki ban yang tertusuk semudah mengerjakan pekerjaan rumah tangga biasa. Suaminya juga sangat mendukung bantuannya di bengkel mereka.

Bekerja untuk keluarga bukanlah tugas baru bagi wanita yang luar biasa ini.

Terlahir dalam keluarga miskin, ayahnya bekerja di sebuah toko perhiasan, sementara ibunya melakukan berbagai pekerjaan tak tentu untuk mendukung keluarga tersebut.

Hal ini menyebabkan Shanti harus mengurus rumah tangga sekaligus adik-adiknya.

Ia meninggalkan bangku sekolah untuk bisa mendukung saudara-saudaranya dan selalu mendorong mereka untuk fokus pada pendidikannya, sehingga mereka bisa memiliki kehidupan yang hanya bisa ia impikan.

“Bisa memiliki keahlian tertentu adalah hal yang baik. Saya merasa diberkati karena bisa memanfaatkan semua kesempatan yang diberikan hidup ini kepada saya,” kata Shanti pada Gulf News.

Youtube

Meski tidak mengenyam pendidikan atau pelatihan formal, Shanti berjanji untuk memberikan andil pada pendapatan keluarganya sejak usia muda.

Ia menyewa mesin jahit, belajar cara menjahit secara otodidak, dan mulai menerima pesanan dari penjahit lain untuk mengubah pakaian atau membuat pola.

Begitulah caranya ia menjadi pencari nafkah keluarganya selama masa-masa sulit.

Kini, bertahun-tahun kemudian, saudara laki-lakinya berhasil menjadi seorang pengacara.

Shanti telah membantu membiayai semua pernikahan keluarga, termasuk keluarganya sendiri.

Shanti adalah seorang pendukung pendidikan dan meyakini setiap wanita harus mempelajari sebuah keterampilan untuk bisa mandiri.

Selanjutnya ia berbagi pada Gulf News. “Hidup telah mengajarkan saya untuk tidak duduk diam dan merenung dalam situasi apapun. Sebaliknya, saya bekerja untuk memperbaikinya. Saya memperoleh banyak pelajaran penting di saat berada pada titik terendah dalam hidup saya. Masa sulit tak berlangsung selamanya. Hidup adalah proses belajar yang terus menerus. Saya merasa kesuksesan tergantung pada tekad setiap orang untuk sukses.”

Shanti adalah bukti nyata bahwa dengan sikap yang benar, hati yang terbuka dan pikiran yang luas, Anda bisa mencapai apapun yang Anda pikirkan. (lin/rp)

www.ntd.tv

Share

Video Popular