Erabaru.net. Meski masih ada “kekurangan pangan” di beberapa daerah miskin di dunia, tapi, sebagian besar negara bersangkutan sebenarnya mengalami “surplus makanan” dan karena kelebihan makanan, sehingga semakin banyak masyarakat yang tidak menghargai makanan. Akibatnya, terjadi “pembuangan makanan” di banyak Negara.

Menurut data PBB, di antara makanan yang diproduksi manusia per tahun, sepertiganya yang setara dengan 1,3 miliar ton makanan itu terbuang.

Dimana makanan-makanan yang terbuang ini cukup untuk memberi makan 2 miliar orang.

Ketika semakin banyak makanan menjadi limbah makanan/sampah makanan, orang-orang mulai memikirkan bagaimana memaksimalkan penggunaan “limbah dapur””ini.

Di pusat sebuah dapur limbah di Kota Zhangqiu, Provinsi Shandong, Tiongkok,setiap hari mengumpulkan sekitar 15 ton limbah dapur, atau setara dengan 1/4 volume makanan Kota Zhangqiu.

Setelah pusat dapur limbah itu mengumpulkan sampah-sampah makanan ini, kemudian dikirim ke sebuah ruangan misterius, lalu diolah dan diberi makan pada 300 juta kecoa Amerika.

Kecoa Amerika pada awalnya diperkirakan hanya ada di Amerika Serikat dan daerah tropis, namun seiring dengan semakin banyaknya kunjungan kapal komersial, kecoa Amerika pun menjadi spesies terbesar dalam keluarga kecoa dan paling umum ditemui.

Share

Video Popular