- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Agar Tidak Membuang-buang Makanan, Mereka Memberi Makan “Kecoa” dengan Limbah Dapur , Kemudian Menghancurkan Kecoa Itu Lalu Memberi Makan Ayam Ternak yang Kita Makan Sehari-hari

Erabaru.net. Meski masih ada “kekurangan pangan” di beberapa daerah miskin di dunia, tapi, sebagian besar negara bersangkutan sebenarnya mengalami “surplus makanan” dan karena kelebihan makanan, sehingga semakin banyak masyarakat yang tidak menghargai makanan. Akibatnya, terjadi “pembuangan makanan” di banyak Negara.

Menurut data PBB, di antara makanan yang diproduksi manusia per tahun, sepertiganya yang setara dengan 1,3 miliar ton makanan itu terbuang.

Dimana makanan-makanan yang terbuang ini cukup untuk memberi makan 2 miliar orang.

Ketika semakin banyak makanan menjadi limbah makanan/sampah makanan, orang-orang mulai memikirkan bagaimana memaksimalkan penggunaan “limbah dapur””ini.

[1]

Di pusat sebuah dapur limbah di Kota Zhangqiu, Provinsi Shandong, Tiongkok,setiap hari mengumpulkan sekitar 15 ton limbah dapur, atau setara dengan 1/4 volume makanan Kota Zhangqiu.

Setelah pusat dapur limbah itu mengumpulkan sampah-sampah makanan ini, kemudian dikirim ke sebuah ruangan misterius, lalu diolah dan diberi makan pada 300 juta kecoa Amerika.

Kecoa Amerika pada awalnya diperkirakan hanya ada di Amerika Serikat dan daerah tropis, namun seiring dengan semakin banyaknya kunjungan kapal komersial, kecoa Amerika pun menjadi spesies terbesar dalam keluarga kecoa dan paling umum ditemui.

[2]

Usia hidup kecoa Amerika sekitar satu tahun, kecoa-kecoa yang diternak ini bukan saja tidak memilih-milih makanan, tapi juga sanggup menghabiskan 5% sampah makanari dari berat tubuh mereka sendiri, terutama sangat suka dengan protein, lemak, minyak, gula dan garam makanan lainnya.

Mengapa memberi makan limbah dapur pada kecoa Amerika ? Sebenarnya kecoa-kecoa ini nantinya akan dijadikan makanan untuk ayam ternak !

Li Bing, manajer pusat limbah dapur mengatakan, bahwa kecoa-kecoa akan dihancurkan untuk memberi makan ayam ternak.

Dan dari laporan pengujian di Kementerian Pertanian setempat, bukan saja tidak mengandung zat berbahaya dalam tubuh ayam, bahkan bisa menghasilkan protein tinggi dan rendah lemak.

Kandungan proteinnya hingga 71,2, lebih tinggi dari kandungan protein Peruvian fish meal. Karena Kecoa-kecoa ini mengandung nilai gizi yang tinggi, sehingga sangat diminati peternak ayam.

[3]

Memberi makan limbah dapur pada kecoa memang sangat ramah lingkungan, tapi apa yang terlintas dalam benak masyarakat ketika ayam yang sedang dinikmatinya itu ternyata adalah hasil ternakan dari kecoa! (jhn/yant)

Sumber: Ptt01.cc/Jhn