Erabaru.net. Selamanya selalu kuingat suasana sebelum istriku meninggal ketika itu, dia berteriak berkali-kali seperti orang gila memanggil-manggil nama putri kami sampai akhirnya suaranya lenyap. Aku menggenggam tangan istriku dan hanya bisa melihatnya sirna dari hidupku!

Istriku mengalami kecelakaan dan sekarat di rumah sakit selama 2 hari. Awalnya aku mau menjemput anakku supaya mereka bisa bertemu untuk terakhir kalinya, tapi tatapan mata istriku yang sayu berkata kepadaku : “Jangan, dia akan kaget melihat keadaanku.” katanya.

Akhirnya, istriku tidak bertemu terakhir kalinya dengan putri kami, ia meninggal diiringi linangan air mata dari sudut matanya.

Setelah kejadian itu, aku membawa putriku yang baru berusia dua tahun itu ke rumah orangtuaku di desa, di sana dia juga terus menangisi kepergian ibunya sampai membuatku sedih.

Setelah pemakaman istriku, aku membawa pulang putriku, di mobil dia terus memangil ibunya, dan matanya suda berlinang ketika aku memalingkan muka kepadanya.

Sejak kematian istriku, aku pun hidup berdua bersama putriku, aku berperan sebagai sesosok ayah sekaligus seorang ibu. Aku meluangkan banyak waktu untuknya supaya ia bisa melupakan ibunya.

Share

Video Popular