- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Istrinya Meninggal, Kemudian Dia Membawa Calon Istri ke Rumah dan Berkata Pada Putrinya “Lihat Nak, Mama Sudah Pulang”, Namun, Kata-kata Putrinya Membuatnya Terpana Seketika

Erabaru.net. Selamanya selalu kuingat suasana sebelum istriku meninggal ketika itu, dia berteriak berkali-kali seperti orang gila memanggil-manggil nama putri kami sampai akhirnya suaranya lenyap. Aku menggenggam tangan istriku dan hanya bisa melihatnya sirna dari hidupku!

Istriku mengalami kecelakaan dan sekarat di rumah sakit selama 2 hari. Awalnya aku mau menjemput anakku supaya mereka bisa bertemu untuk terakhir kalinya, tapi tatapan mata istriku yang sayu berkata kepadaku : “Jangan, dia akan kaget melihat keadaanku.” katanya.

Akhirnya, istriku tidak bertemu terakhir kalinya dengan putri kami, ia meninggal diiringi linangan air mata dari sudut matanya.

[1]

Setelah kejadian itu, aku membawa putriku yang baru berusia dua tahun itu ke rumah orangtuaku di desa, di sana dia juga terus menangisi kepergian ibunya sampai membuatku sedih.

Setelah pemakaman istriku, aku membawa pulang putriku, di mobil dia terus memangil ibunya, dan matanya suda berlinang ketika aku memalingkan muka kepadanya.

Sejak kematian istriku, aku pun hidup berdua bersama putriku, aku berperan sebagai sesosok ayah sekaligus seorang ibu. Aku meluangkan banyak waktu untuknya supaya ia bisa melupakan ibunya.

Tapi dia masih terlalu polos, setiap malam dia tetap bertanya kapan mama pulang, aku hanya bisa memeluknya sambil menahan tangisku.

[2]

Belakangan, banyak orang yang mulai memperkenalkan wanita padaku, tapi aku tidak pernah menanggapinya, karena aku tidak bisa melupakan istriku, tak bisa melupakan raut wajah terakhirnya sebelum ajal menjemputnya kala itu.

Sampai suatu hari, kakak iparku datang dan memintaku untuk menikah lagi, dia bilang suatu hari aku bisa ambruk kalau begitu terus, selalu mengingat istriku, dan bagaimana dengan anakku?

Jadi, aku pun merenung dan merasa sebaiknya mencari seorang pengganti mamanya, mungkin putriku yang sudah berusia 6 tahun itu perlu seorang mama.

Akhirnya aku mencoba mengenal wanita lain sampai aku bertemu dengan seorang wanita yang baik, lembut dan ramah.

Setelah menjalin hubungan beberapa waktu, aku memintanya untuk menungguku selama setahun, agar anakku lebih siap lagi.

Satu tahun kemudian, aku mengatakan kepada anakku kalau mama mau pulang!

Putriku termenung sejenak mendengar perkataanku, kemudian tersenyum, dan berkata : “Benarkah pa, mama mau pulang ?”

Aku tanya apa dia masih ingat wajah mamanya, sekarang mamanya kurus, ternyata dia menggelengkan kepalanya.

Tentu saja karena waktu itu dia baru bertusia 2 tahun! Mungkin dia akan menganggap calon istriku sebagai mamanya !

[3]

Hari itu, calon istriku datang ke rumah dan sambil tersenyum lembut dia membentangkan sepasang lengannya menyapa anakku, putriku hanya memandanginya, sampai akhirnya aku menyuruhnya untuk memanggil mama.

Setelah makan malam, dia membawa putriku ke kamar untuk memberikan hadiah.

Siapa sangka sesampainya di kamar, anakku langsung berkata, “Aku tahu tante bukan mama, tante temannya papa kan?”

Dia kaget sambil menatap putriku, dan anakku melanjutkan, “Kemarin, aku mendengar kakek dan nenek bilang kalau mama tidak akan pulang lagi, mama sudah meninggal waktu aku barui berumur 2 tahun. Tapi papa tidak tahu, dia kira mama kerja di tempat jauhh sekali.”

Kemudian dia memegang tangan calon istriku dan berkata, “Kalau tante baik sama papa, aku mau kok anggap tante sebagai mamaku, tapi tante jangan kasih tahu papa yah, soalnya papa akan sedih.”

[4]

Putriku yang cantik, kamu tahu betapa ayah sangat menyayangimu, betapa takutnya hal itu akan membuatmu terluka, kamu yang masih kecil sudah bisa memikirkan tentang papa setelah papa sembunyikan sekian lama tentang kematian mamamu.

Papa selamanya mencintai mama dan kamu nak. Dan papa akan memberikan kehidupan yang bahagia untukmu di masa depan.(jhn/yant)

Sumber: Gohappytify.com