Erabaru.net. Jika ditelusuri secara mendalam sisi gelap masyarakat, anda akan menemukan banyak hal yang tidak dapat diterima.

Anda akan mendapati bahwa undang-undang yang bisa membantu rakyat jelata tidaklah banyak.

Ada orang yang selalu pintar dalam mengebor celah hukum. Sementara orang-orang yang memiliki uang banyak selamanya selalu hidup nyaman dan tidak perlu cemas!

tw.ptt01.cc

Seperti misalnya tragedi yang terjadi di Filipina ini, membuat orang-orang menyadari betapa tak berdayanya masyarakat terhadap ketidakpedulian pemerintah.

Pada 2014 lalu, Gilbert Sanchez, seorang pria 47 tahun yang tinggal di La Paz, sebuah provinsi di Agusan del Sur, Selatan Filipina, mengalami trauma setelah tertembak di bagian kepala saat bertengkar dengan seseorang.

Ibunya ingat bahwa Gilbert sangat takut seseorang akan datang untuk membunuhnya, sehingga dia pun memanjat pohon kelapa di sekitar rumahnya dan tidak mau turun.

tw.ptt01.cc

Keluarga Golbert kemudian meminta bantuan polisi dan pemerintah, namun, karena Gilbert memanjat pohon kelapa itu atas kemauan sendiri, tim penyelamat tidak memiliki alasan untuk mengirim timnya dan permintaan penyelamatan itu pun akhirnya ditolak.

Akhirnya, Gilbert pun tinggal di atas pohon. Tidak peduli hujan, badai, panas matahari atau gigitan serangga.

Sang ibu, Winifreda Sanchez, terus menyuruh anaknya setidaknya turun untuk mandi, tapi anaknya tetap menolak.

Ia tidak punya pilihan selain mengantarkan makanan dan minuman setiap hari supaya ia bisa hidup.

tw.ptt01.cc

Keluarganya bahkan pernah dibentak Golbert, “Diam! Pokoknya aku tidak mau turun! Kalau turun nanti aku dibunuh!”

Sebelum Gilbert memanjat pohon itu, kedua orang yang paling disayanginya adalah dua anak perempuan yang ditinggalkan istrinya.

tw.ptt01.cc

Namun, dia sama sekali telah lupa putrinya sejak tinggal di atas pohon itu, bukan saja tidak peduli dengan mereka, bahkan Gilbert juga tidak peduli lagi dengan sekolah anaknya.

Dia hanya peduli dengan hidupnya sebagai koala di atas pohon kelapa.

Share

Video Popular