Erabaru.net. Pada tahun 2005, Oprah Winfrey mengajak si kembar serupa dengan tampilan yang sangat mirip tapi satu telah kecanduan makanan.

Sembilan tahun kemudian dalam program “Where Are They Now”, sebuah berita tragis telah membawa perubahan pada kembar ini dengan cerita-cerita inspiratif.

Si kembar seperti Ruth dan Mary memiliki tampilan yang sangat mirip sampai usia 11, hingga kemudian Mary mulai berulang kali dalam kebiasaan makan.

Kecanduan Mary terhadap makanan menjadi membosankan ketika untuk pertama kalinya ketika mereka mengikuti rencana Oprah Winfrey. Mary berusia 34 tahun.

Ruth memiliki berat badan normal 54 kilogram dan kembar, Mary berat badannya 136 kilogram.

Youtube Screenshot/ OWN

Kebiasaan makan Mary yang ekstrem telah mempengaruhi penampilan fisiknya.

Dan ibu mereka selalu menyebut Ruth sebagai ‘tercantik’ di antara keduanya.

Ruth menjadi depresi dan mengakui bahwa ia menderita penyakit anoreksia dan bulimia karena takut mengalami obesitas.

Mary merobek air matanya saat berbicara tentang Chris berusia 13 tahun pada saat itu yang mengatakan dengan sedih, “Ibuku telah makan banyak dan terkadang ibu membuatku marah saat ibunya tidak bisa mengendalikan apa yang ada di mulutnya. dan apa yang dimakan ibu Karena ibu besar dan gemuk, ibu tidak bisa bermain atau mengendarai apapun dengan kami.”

Youtube Screenshot/ OWN

Dalam rencana “Oprahnya”, Mary menemukan bahwa anaknya khawatir dan takut dia akan mati karena obesitas.

Namun, tragedi telah mengubah kehidupan Mary dan memotivasi dirinya. Enam tahun setelah penampilan kembarnya dalam acara “Oprah”, Chris meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat berusia 19 tahun.

Youtube Screenshot/ OWN

Beberapa tahun kemudian, si kembar muncul kembali dalam rencana “Oprah” dan menceritakan bagaimana kematian anak laki-laki Maria telah mengubahnya untuk mencoba menurunkan berat badan.

Mary menceritakan kisah yang dia ambil selama satu setengah tahun dengan hanya duduk di tempat tidur dan memikirkan bagaimana cara bertahan.

Ruth bilang dia sudah meninggal dan tidak tahu bagaimana membantunya kembar.

Apa yang bisa Ruth lakukan adalah duduk atau berbaring di samping tempat tidurnya dan memegangi tangan Mary.

Dan Ruth mengingat saat Mary bangkit dari tidurnya dan sering berkata kepadanya, “Ini semua adalah mimpi, ini semua mimpi!”

Dan Ruth hanya berkata, “Tidak, ini bukan mimpi.”

Setelah tragedi tersebut, itu menjadi titik awal bagi kehidupan Mary dan dia memutuskan untuk bangkit.

Mary berkata, “Saya bangun dari tempat tidur dan berkata, kali ini sudah cukup, saya butuh pertolongan.”

Youtube Screenshot/ OWN

Mary menambahkan, akhirnya saatnya tiba baginya untuk bertindak sesuai permintaan anak laki-lakinya beberapa tahun yang lalu.

Mary telah berbagi bagaimana berat badannya turun 56 kilo dengan melatih nutrisi sehat dan menjalani rutinitas berolahraga setiap hari.

Youtube Screenshot/ OWN

Di awal kaki Mary menginjak treadmill, napasnya menjadi terengah setelah berlari selama 30 detik.

Kini, Mary bisa berlari selama 30 menit tanpa henti dan sangat suka melakukan latihan sehari-hari seperti rutinitas sehari-hari.

Mary berkata, “Sekarang saya merasa sangat energik dan merasa lebih baik. Saya masih melanjutkan usaha saya untuk menurunkan berat badan. Perjalanannya masih panjang, tapi aku bertekad untuk mengejarnya. ” (rp)

Lihat video di bawah ini.

erabaru.com.my

Share
Tag: Kategori: VIDEO

Video Popular