Erabaru.net. Suatu pagi, ayahnya membuat dua mangkuk mie telur rebus. Satu mangkuk berisi telur dan satunya lagi mi polos tanpa telur kemudian dibawa ke atas meja.

Ayahnya bertanya pada si anak mau mangkuk yang mana?

“Yang ada telurnya,” kata si anak sambil menunjuk mangkuk mi berisi telur.

Ayahnya berkata, “Buat ayah saja ya! Adi yang baru berusia 7 tahun saja bisa mengalah sama kamu, apalagi kamu yang sudah 10 tahun!”

Si anak berkata, “Dia adalah dia! Akulah aku!”

Ayahnya terus menggodanya, “Benar, tidak mau mengalah ?”

“Ya!” sahut si anak dengan tegas, dan secepat kilat dia menggigit separuh telur, sebagai tanda itu adalah miliknya.

Internet

“Tidak menyesal?” tanya ayahnya terkejut melihat tindakan dan kecepatan anaknya, tapi ia bertanya juga untuk terakhir kalinya .

“Benar tidak menyesal!” tanya ayahnya.

Si anak kemudian langsung memakan mangkuk mi satunya lagi sebagai bentuk ketegasannya.

Ayahnya pun memandang anaknya makan sampai habis, kemudian dia sendiri mengambil mangkuk mi tanpa telur.

Ayahnya mulai menikmati mi-nya sambil menudukkan kepala, tak lama kemudian tampak terlihat dua butir telur di dalam mangkuknya, dan si anak pun bisa melihat dengan jelas.

Ayahnya kemudian berkata pada anaknya sambil menunjuk dua butir telur di mangkuk.

“Ingat, orang yang selalu ingin mendapatkan keuntungan lebih seringkali tidak akan bisa mendapatkannya.”

Si anak tampak tidak berdaya, merasa sayang kenapa tadi tidak mengambil mangkuk mi polos tanpa telur itu.

Internet

Kedua kalinya…..

Pada hari Minggu pagi, ayahnya kembali membuat dua mangkuk mie rebus telur sama seperti sebelumnya. Satu mangkuk berisi telur dan satunya lagi mi polos tanpa telur kemudian dibawa ke atas meja.

Kemudian ayahnya bertanya dengan santai, “Mau mangkuk yang mana ?”

“Usiaku sudah 10 tahun, yang polos saja!” kata si anak sambil mengambil mangkuk mi tanpa telur.

“Tidak menyesal?” Tanya ayahnya.

“Tidak!” Jawab si anak mantap. Dia makan dengan cepat, tapi tidak melihat ada telur di mangkuk.

Ayahnya kemudian mengambil mangkuk mi satunya yang berisi telur, dan si anak tak menduga ternyata masih ada satu telur lagi di bawahnya.

Ayahnya lalu berkata sambil menunjuk telur itu, “Ingat, orang yang ingin mengambil keuntungan mungkin akan menderita kerugian yang besar!”

Ketiga kalinya…

Beberapa bulan kemudian, masih seperti yang dulu, tidak ada yang berubah, ayahnya bertanya, “Mau mangkuk yang mana?”

“Adi mengalah membiarkan Denis, kakaknya mengambil dulu, tapi dia mengalah juga. Ayah adalah orangtua, jadi ayah yang makan dulu!”kata Denis.

“Kalau begitu, ayah makan nih” kata si ayah dan langsung mengambil mi yang ada telurnya, sedangkan Denis mengambil mangkuk mi polos tanpa telur.

Tak lama kemudian mi-nya pun habis dilahapnya, dan tanpa diduga ternyata ada telur di mangkuk bawahnya.

Dengan penuh makna ayahnya berkata kepada anaknya, “Orang yang tidak ingin memanfaatkan keuntungan dari orang lain, hidup tidak akan membuatmu menderita.” (jhn/rp)

goodtimes.my

Share

Video Popular