Erabaru.net. Seiring dengan internet yang semakin nyaman dan praktis, banyak aktivitas orang-orang mulai tak terpisahkan dengan Internet.

Misalnya, sandang-pangan yang bisa dituntaskan melalui Internet. Tetapi ketika kita semakin mengandalkan Internet, kita juga mulai memahami akan pentingnya “cyber security” atau keamanan informasi/komputer.

Bagaimana pun juga, jika internet tidak aman, maka hal-hal seperti informasi pribadi kita mungkin akan tersebar di dunia maya.

Bukan saja data-data pribadi kita digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, tapi juga mengalami kerugian yang tak diinginkan!

Karena khawatir dengan penyebaran informasi penting, sehingga banyak perusahaan besar memiliki tim keamanan mereka masing-masing, seperti pemimpin teknologi Google memiliki ratusan insinyur keamanan, dan Parisa Tapriz (31), wanita cantik keturunan Iran-Polandia ini adalah sosok yang paling bertanggung jawab atas keamanan data privasi para pengguna browser Google Chrome.

Internet

Di usianya yang masih muda ini, Tabriz memimpin sebuah tim yang terdiri dari 30 insinyur keamanan.

Tugas tim yang dipimpin Tabriz adalah mengidentifikasi dan memperbaiki ancaman yang menyerang sistem keamanan browser Chrome, sehingga satu miliar pengguna Chrome tidak perlu khawatir dengan serangan hacker.

Internet

Dia dan anggota timnya melakukan debug, memperbaiki masalah Chrome setiap hari dan mencegah hacking.

Dia berkata, “Tugas saya adalah membuat penggunaan Internet lebih aman, dan saya juga merasa terhormat bisa bekerja sama dengan lembaga-lembaga Amerika, untuk meningkatkan keamanan Internet dan perangkat lunak Gedung Putih. Baru-baru ini, saya berusaha keras untuk meningkatkan keamanan situs web, agar pengguna terhindar dari serangan hacker, membocorkan kepada pengguna pemikiran si hacker dan menggunakan metode yang berbeda untuk meningkatkan teknologi keamanan informasi. Hacker adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan, saya beruntung bisa mencari pundi-pundi dolar sambil bekerjasama dengan banyak orang-orang hebat. ”

Tabriz sebenarnya mengambil jurusan teknik selama kuliah di University of Illinois di Urbana-Champaign, tapi ia lebih tertarik pada ilmu komputer.

Internet

Awalnya, dia hanya menerima tawaran untuk magang selama musim panas di tim keamanan Google.

Hingga akhirnya dia secara resmi bergabung dengan perusahaan raksasa ini setelah dia lulus.

Pada tahun 2007, ia dipekerjakan sebagai salah satu insinyur keamanan dan menjadi aset yang sangat bernilai bagi Google.

Ia juga pernah masuk ke dalam daftar “30 Under 30” (30 tokoh teknologi di bawah usia 30 tahun) yang dirilis oleh majalah Forbes di tahun 2012 lalu.

Internet

Bagi banyak orang, insinyur keamanan komputasi adalah jenis pekerjaan yang memberi kesan membosankan dan kaku.

Tapi beda halnya dengan Tabriz, ia menyukainya dan telah bekerja di Google selama lebih dari 10 tahun dengan misi menjaga pengguna dan data mereka aman.

Tabriz suka membuat es krim, fotografi, panjat tebing dan bukan si kaku seperti dalam benak semua orang.

Internet

Dia berpikir bahwa ” Information Security Engineer” terlalu membosankan, sehingga sekalian mengganti kartu namanya menjadi “browser princess”

Bagaimanapun, wanita adalah minoritas di industri sains dan teknologi. Parisa juga mengaku bahwa dia pernah mengalami diskriminasi gender saat pertama kali masuk perusahaan.

Namun, dia segera membuktikan pentingnya dirinya melalui kemampuannya. Glassdoor, situs sumber daya manusia AS, pernah mengumpulkan peringkat gaji tahunan untuk posisi kunci di Google.

Internet

Pendapatan Insinyur perangkat lunak senior seperti Tabriz ini lebih dari 2.1 miliar rupiah per tahun.

Waw, karir yang sangat keren! Tapi tidak disangka perusahaan sekaliber google masih dibayangi dengan diskriminasi gender, jadi tampaknya isu kesetaraan gender ini masih perlu diperkuat lagi! (jhn/rp)

ptt01.cc

Share

Video Popular