Erabaru.net. Ketika orang-orang menemukan hasil karya dari Susanna Hesselberg, yang pertama mereka ingin lakukan adalah membuat lelucon tentang hal itu.

Apakah itu buku-buku yang jatuh? Apakah itu perpustakaan terkecil di dunia? Sebuah tempat khusus untuk bertapa bagi para pecinta buku?

Terletak di Aarhus di pesisir Semenanjung Jutlandia di Denmark, ini adalah lubang yang dalam, yang tampaknya tak berdasar di tanah, dilapisi dengan hampir 3.000 buku.

Buku-buku itu tersusun sedemikian rupa jadi judulnya tidak terlihat.

Buku-buku tersebut ditumpuk dengan hati-hati untuk benar-benar mengisi ruang kotak, gradien halus dario kertas-kertas menciptakan pola abstrak.

Karya itu memiliki judul yang serius, diambil dari sebuah lagu oleh Laurie Anderson, “Ketika Ayahku Meninggal Itu Seperti Sebuah Perpustakaan Utuh Telah Terbakar.”

Karya ini memperingati pengetahuan yang hilang selamanya oleh kematian seorang manusia.

“Bagi saya, buku-buku itu adalah simbol untuk pengetahuan dan kehidupan manusia,” Hesselberg menceritakan tentang karyanya.

“Setiap buku memiliki sebuah cerita, sebuah dunia waktu, ruang dan pikiran kecil antara dua sampul buku. Mengubur mereka seperti ini bisa menjadi sebuah simbol hilangnya pengetahuan atau seperti makam.”

Karya ini merupakan bagian dari festival seni patung dua tahunan Denmark, Sculpture By The Sea.

Festival ini menampilkan karya baru oleh 55 pemahat kontemporer yang dipajang di sepanjang garis pantai yang indah di negara tersebut.(asm/ Yant)

Sumber: wimp.com

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular