Stephanie ingat seorang pemuda bernama Russ, yang begitu tertekan melihat kondisinya saat itu, bahkan saat pemuda itu menahan kepala Stephanie untuk membantunya bernapas dan menjaga peralatan turniket agar tetap di tempatnya, Russ tak bisa menatap wajahnya.

Stephanie ingat dia ingin menenangkan pemuda itu dan bercanda kalau sekarang ia tak perlu melakukan pedikur lagi. Russ tampak tertegun, tapi ketegangannya mereda.

Lalu, saat Stephanie terbangun di rumah sakit dan mendapati suaminya sedang menangis di sisinya, ia langsung bertanya apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

(Foto : Facebook | Stephanie Decker)

Orang-orang di sekeliling Stephanie segera menyadari kalau ibu dua anak ini memiliki kekuatan hati dari baja. Dengan ketabahan yang sama, yang memberinya kekuatan untuk melawan rasa sakit luar biasa demi anak-anaknya, Stephanie mulai membangun hidupnya kembali sehingga suatu hari nanti ia bisa berjalan di atas kaki palsu barunya.

(Foto : Facebook | Stephanie Decker)

Kini, lima tahun sejak hari yang mengerikan di bulan Maret itu, Yayasan Stephanie Decker telah membantu lebih dari 250 anak yang diamputasi untuk bisa melakukan olahraga yang mereka inginkan seperti orang normal.

Dan perempuan yang menjadi inti dari kegiatan ini telah menemukan cara untuk mengubah tragedi di sekelilingnya dan menginspirasi dunia dengan kisah hidupnya.(iin/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular