- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Seorang Ibu Melindungi Anak-anaknya dari Reruntuhan Puing dengan Tubuhnya Saat Tornado, Saat Ia Sekarat, Ia Mengucapkan 5 Kata

Erabaru.net. Ketika badai bulan Maret yang terburuk dalam 50 tahun terakhir menyerang Henryville, adalah sebuah keajaiban bahwa semua orang dalam musibah itu terhindar dari kematian.

Tapi kemudian, mereka menemukan harga yang harus dibayar seorang ibu untuk melindung dua anaknya dari Tornado kategori 4, dan ia mengangkat palang kayu bagai sebuah keajaiban.

Sekolah baru saja hancur oleh angin tornado, yang melaju dengan kecepatan tinggi, menyerang Henryville.

Untungnya, sebagian besar anak-anak, termasuk kedua anak Stephanie Decker, telah meninggalkan daerah tersebut dan tidak harus menghadapi teror terkurung oleh badai di dalam gedung sekolah, saat bus-bus dilemparkan sepanjang tempat parkir, dan gedung-gedung di sekitarnya luluh lantak.

[1]
(Foto : Getty Images | john finney photography)

Stephanie telah sampai di rumah dan merasa bersyukur saat kedua anak laki-lakinya, Dominic (8 tahun) dan Reese (5 tahun), telah aman berada di dalam rumah.

Ketika berita tentang daerah bencana yang meluas, suaminya menelepon dari kantor dan menyuruhnya untuk turun ke ruang bawah tanah.

Stephanie meraih selimut tebal dan membawa anak-anaknya ke ruang bawah tanah, saat badai semakin kencang dan kuat di luar rumah.

Tak lama, rumah mulai bergetar di sekitar mereka, dan yang bisa dilakukan Stephanie hanyalah membungkus anak-anaknya dengan selimut tebal, berharap bisa melindungi mereka dari puing-puing yang jatuh.

[2]
(Foto : Facebook | Stephanie Decker)

Ketika puing-puing lantai mulai berjatuhan dari atas, Stephanie menggunakan tubuhnya menutupi anak-anaknya untuk melindungi mereka dari bahaya. Saat itulah sebuah balok besar runtuh tepat di atas mereka dan menghancurkan kedua kaki Stephanie.

Saat badai terus mengamuk di luar, Stephanie berjuang melawan rasa sakit demi anak-anaknya. Ketika angin mulai sedikit mereda, Dominic kecil bangkit untuk melihat apakah badai telah berlalu. Saat itulah ia melihat angin tornado kedua mulai mendatangi rumah mereka.

[3]
(Foto : NASA)

Stephanie membungkus Dominic kembali dan menahannya saat puing-puing kembali berjatuhan di atasnya. Kali ini, puing-puing itu mematahkan delapan tulang rusuknya dan menusuk paru-paru. Namun, ibu yang luar biasa ini tetap tegar.

Lalu, berjam-jam kemudian, badai itu akhirnya pun berlalu.

[4]
(Foto : Wikimedia)

Dominic dan Reese memanjat reruntuhan yang tadinya menjadi rumah mereka untuk mencari bantuan bagi ibu mereka.

Ditinggalkan sendirian, tanpa seorang pun melindunginya, Stephanie mulai mengalami saat menakutkan kalau ia mungkin tak bisa bertahan hidup hari itu.

Ia ingin hidup; ia ingin melihat anak-anaknya tumbuh dewasa, jadi Stephanie pun berjanji pada dirinya sendiri; jika ia berhasil melalui semua ini, ia akan melakukan sesuatu yang lebih berarti dalam hidupnya.

[5]
(Foto : Getty Images | Chip Somodevilla)

Ketika tenaga paramedis tiba, Stephanie yang terbaring sekarat berkata, “Anda harus menyelamatkan saya.”

Stephanie ingat seorang pemuda bernama Russ, yang begitu tertekan melihat kondisinya saat itu, bahkan saat pemuda itu menahan kepala Stephanie untuk membantunya bernapas dan menjaga peralatan turniket agar tetap di tempatnya, Russ tak bisa menatap wajahnya.

Stephanie ingat dia ingin menenangkan pemuda itu dan bercanda kalau sekarang ia tak perlu melakukan pedikur lagi. Russ tampak tertegun, tapi ketegangannya mereda.

Lalu, saat Stephanie terbangun di rumah sakit dan mendapati suaminya sedang menangis di sisinya, ia langsung bertanya apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

[6]
(Foto : Facebook | Stephanie Decker)

Orang-orang di sekeliling Stephanie segera menyadari kalau ibu dua anak ini memiliki kekuatan hati dari baja. Dengan ketabahan yang sama, yang memberinya kekuatan untuk melawan rasa sakit luar biasa demi anak-anaknya, Stephanie mulai membangun hidupnya kembali sehingga suatu hari nanti ia bisa berjalan di atas kaki palsu barunya.

[7]
(Foto : Facebook | Stephanie Decker)

Kini, lima tahun sejak hari yang mengerikan di bulan Maret itu, Yayasan Stephanie Decker telah membantu lebih dari 250 anak yang diamputasi untuk bisa melakukan olahraga yang mereka inginkan seperti orang normal.

Dan perempuan yang menjadi inti dari kegiatan ini telah menemukan cara untuk mengubah tragedi di sekelilingnya dan menginspirasi dunia dengan kisah hidupnya.(iin/yant)

Sumber: ntd.tv