Erabaru.net. Jika anda bisa mengatasi segala bentuk kekecewaan, hal ini akan menentukan sosok seperti apa anda nantinya.

Individu adalah sumber dari segalanya, jadi apabila ingin mengubah segalanya, harus mengubah diri sendiri terlebih dahulu.

Seorang pria, sebut saja Jimmy yang bertekad harus bisa menjadi miliarder pada usia 40 tahun, dimana pada saat berusia 35 tahun, ia mendapati bahwa keinginannya semacam itu sama sekali tidak akan tercapai.

Jadi, ia pun melepaskan pekerjaannya dan memulai sebuah bisnis, dengan harapan bisa menjadi kaya dalam semalam (dalam waktu singkat).

Lima tahun lalu, Jimmy pernah merintis bisnis agen perjalanan, kedai kopi atau istilah kerennya kafe dan toko bunga.

Sayangnya, setiap usahanya selalu berakhir dengan kegagalan dan keluarganya pun terperosok dalam keputusasaan.

Istrinya yang sudah lelah secara fisik dan mental tidak mampu membujuk dan meyakinkannya untuk kembali bekerja.

Dalam kekecewaaan serta ketidak-berdayaannya, isterinya meminta bantuan seorang bhiksu.

ILUSTRASI. (Internet)

Setelah mendengar cerita nyonya Jimmy, bhiksu itu berkata, “Jika suami Anda bersedia, sebaiknya dia berkunjung ke sini!”

Meski Jimmy sudah datang, tapi terlihat dari sinar matanya, kedatangannya ini hanya untuk mengelabui isterinya.

Tapi, si bhiksu diam saja, membawa Jimmy ke halaman kuil. Ada lapangan basket besar di halaman itu, penuh dengan pohon-pohon berusia ratusan tahun yang lebat dan subur.

Bhiksu itu mengambil sapu, dan berkata pada Jimmy, “Jika anda bisa membersihkan dedaunan di halaman ini, saya akan memberitahu Anda tentang cara menjadi miliarder.”

Meski Jimmy tidak percaya, tapi melihat biksu itu begitu serius, ditambah dengan godaan menjadi miliarder, Jimmy bergumam apalah susahnya kalau hanya sekadar menyapu halaman, lalu Jimmy pun mengambil sapu dari tangan si bhiksu dan mulai menyapu.

Satu jam kemudian, Jimmy pun sudah menyapu dari salah satu ujung halaman ke ujung yang lain, dan hampir selesai, dia pun mengambil dustpan.

ILUSTRASI. (Internet)

Ketika mau mengumpulkan setumpukan dedaunan dengan dustpannya, ia melihat halaman yang baru disapunya itu kembai dipenuhi dengan daun-daun yang berguguran.

Jimmy yang kesal pun terpaksa mempercepat sapunya, agar bisa jauh lebih cepat dari dedaunan yang rontok.

Namun, setelah seharian mencoba, daun-daun yang berguguran di tanah sama banyaknya dengan sebelumnya.

Jimmy pun melempar sapunya dengan kesal, dan menemui si bhiksu, bertanya kepadanya mengapa mempermainkannya seperti itu?

Sang bhiksu menunjuk ke dedaunan di atas lantai itu dan berkata, “Keinginan itu ibarat daun-daun yang terus berguguran di tanah, yang menutupi kesabaran anda lapis demi lapis. Kesabaran adalah suara kekayaan. Anda punya keinginan mendapatkan miliaran rupiah, tapi Anda hanya memiliki satu hari kesabaran. Seperti daun yang rontok di musim gugur ini yang baru bisa Anda bersihkan setelah semua daun-daunnya rontok sampai tibanya musim dingin, tetapi Anda ingin menyelesaikannya hanya dalam waktu satu hari.”

Selesai berkata pada Jimmy, bhiksu itu pun menyilahkan Jimmy dan isterinya pulang.

Sebelum pergi, bhiksu itu berkata pada Jimmy, bahwa mereka akan melewati sebuah lumbung padi di tengah perjalanan pulang, dan di dalam lumbung itu ada 100 karung beras yang beratnya 50 kg per karung.

Jika Jimmy bersedia membantunya memindahkan beras-beras itu ke lumbung luar, akan terlihat sebuah pintu di balik tumpukan beras yang di dalamnya terdapat sebuah kotak berisi emas hasil sumbang jemaat, jumlahnya tidak banyak, dan Jimmy boleh membawanya sebagai imbalan jasa atas kerja kerasnya menyapu dan memindahkan karung beras.

Di tengah perjalanannya, pasangan itu melihat sebuah lumbung padi yang di dalamnya terdapat setumpukan beras yang ditumpuk rapi sekitar dua tingkat bangunan tingginya, sama persis seperti yang dijelaskan oleh bhiksu tersebut.

Demi emas itu, Jimmy pun mulai memindahkan sekarung demi sekarung beras itu ke lumbung luar.

Beberapa jam kemudian, saat hampir selesai memindahkan karung beras, Jimmy melihat sebuah pintu di baliknya, dia pun dengan penuh semangat mendorong pintu itu, dan memang ada sebuah kotak harta karun yang tak digembok, dan dengan mudahnya membuka peti harta karun itu.

ILUSTRASI. (Internet)

Matanya tampak bersinar, melihat sekantong karung goni kecil di dalamnya. Dia mengambilnya dan membuka talinya, kemudian meraup sesuatu di tangannya, tapi itu bukan emas melainkan segenggam bibit berwarna hitam kecil di tangannya.

Jimmy pikir mungkin benda-benda itu untuk melindungi emas, jadi dia pun menjatuhkan semua benda dalam karung goni itu ke atas tanah.

Tapi Jimmy kecewa, karena tidak ada emas di tanah, hanya setumpuk biji hitam dan secarik kertas yang bertuliskan, “Tidak ada emas di sini.”

Share
Tag: Kategori: Headline

Video Popular