Seorang Jurnalis yang Melakukan Perjalanan Melintasi India Ini, Membagikan Pengalaman Bagaimana “Sejati-Baik-Sabar” Telah Membuatnya Menjadi Lebih Berempati & Rendah Hati

88

Erabaru.net. Setiap pagi di pantai Promenade di Pondicherry, India, sebuah musik yang lembut dimainkan bersamaan dengan musik alami dari ombak yang menerjang pantai.

Saat matahari terbit, laut yang gelap disitu berubah menjadi berwarna emas yang nyata dan berkilau, disana, seorang wanita paruh baya, setiap hari, duduk bermeditasi.

Kredit: Narayana Shankar

Enam tahun yang lalu, saat berjalan-jalan di pantai pada suatu pagi, Venus Upadhayaya, seorang profesional media dan siswa National School of Leadership, bergabung dengan orang-orang yang sedang berlatih meditasi disana, dan segera, latihan meditasi itu menjadi bagian integral dari hidupnya.

Pantai Pondicherry tak tertandingi dalam keindahan dan ketenangannya, dan setiap orang yang mengunjungi pantai itu bisa merasakannya. Ada banyak orang yang datang ke Pondicherry untuk mencari arti kehidupan, karena tempat itu sendiri mempunyai sejarah dari masa yang sangat kuno, dan menjadi rumah sekolah kuno yang mengajarkan peningkatan serta kultivasi spiritual (yoga atau sadhana).

Kredit: ntd.tv

Venus ingat bahwa dia tiba di Pondicherry untuk mengerjakan sebuah proyek media komunitas. Karena rumahnya tidak jauh dari pantai, dia bisa datang ke pantai setiap pagi untuk jogging.

Suatu hari, Venus melihat seorang wanita bermeditasi dan tertarik padanya. Dia menunggu sekitar 30 menit tapi wanita ini tidak juga bangun – matanya tertutup dan wajahnya tampak tenang dan teduh.

“Saya berencana datang lagi dan berbicara dengannya. Keesokan harinya saya kembali melihat dia bermeditasi dan saya kembali terus menunggu. Akhirnya, saya berbicara dan memutuskan untuk bergabung dengannya, keesokan harinya saya mulai berlatih meditasi bersama dengannya,”kata Venus kepada NTD.tv.

“Sejak itu saya tidak pernah berhenti berlatih Falun Dafa, sebuah sistem kultivasi kuno untuk mengultivasi tubuh dan pikiran, yang saya kenal melalui dirinya.”

Kredit: Venus Upadhayaya

Venus berbagi bahwa Falun Dafa mengenalkan kepadanya untuk menjalani hidup dengan Sejati, Baik, dan Sabar.

“Ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Kita umumnya tidak suka mendengar kebenaran, kita suka mendengar apa yang menyenangkan bagi kita dan seringkali kebenaran justru tidak enak didengar,” katanya.

“Kecenderungan umum kita adalah melepaskan diri dari aturan dan melakukan apa yang ingin kita lakukan dan karenanya kita terus berusaha menahan orang lain dan menahan keadaan luar agar sesuai dengan keinginan kita.”

Kredit: ntd.tv

Venus berbagi: “Tapi Falun Dafa mengajari saya untuk melihat ke dalam diri sendiri dan berbelas kasih kepada orang lain. Saya tidak merasa ini mudah. Tapi dengan mempraktikkannya saya menjadi lebih mampu berempati kepada orang lain. Saya belajar mengapresiasi orang-orang yang mengorbankan kenyamanan pribadi mereka demi kebaikan orang lain.”

“Saya menyadari bahwa mudah untuk bermimpi dan berkehendak melakukan hal-hal baik dalam hidup, tapi untuk mencapainya ternyata sangat sulit, karena ada perbuatan baik yang mengharuskan seseorang untuk mengorbankan banyak konsep dan kenyamanan pribadinya.

“Bekerja tanpa keinginan untuk mendapat imbalan, untuk membantu orang lain tanpa meminta apresiasi, untuk dengan belas kasih memahami orang lain saat menghadapi kritik dan ejekan, adalah apa yang perlahan-lahan mulai saya praktikkan setelah berlatih Falun Dafa,” tambahnya.

Kredit: Venus Upadhayaya

Venus adalah seorang jurnalis dan seorang pekerja media komunitas, dan dia telah berkeliling ke berbagai negara bagian di India selama bertahun-tahun.

Dia berbagi bagaimana akhirnya dia menyadari bahwa mempraktikkan kasih sayang, sebenarnya telah membantunya menjadi lebih tulus dan lebih peka terhadap profesinya.

“Profesionalisme adalah tentang mengembangkan hubungan kerja yang efektif. Dan hubungan yang baik adalah tentang perilaku sensitif dan sikap positif,” katanya.

Kredit: ntd.tv

“Bukannya saya tidak membuat kesalahan. Saya masih melakukan kesalahan, tapi ketika berhadapan dengan semua itu, saya telah mampu menerima dan bertanggung jawab atas semua kesalahan yang telah saya lakukan, daripada menyalahkan orang lain dan mengharapkan sesuatu dari orang lain.”

“Dengan berlatih Falun Dafa setiap hari, saya telah menjadi orang yang rendah hati dan lebih sederhana. Saya bercita-cita untuk menjadi orang yang lebih baik lagi seiring berjalannya waktu, dan sekarang saya memiliki jalan untuk mencapainya!” katanya.

Venus Upadhayaya bisa dihubungi di [email protected]

Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) adalah suatu latihan meditasi yang berdasarkan pada prinsip Sejati-Baik-Sabar. Latihan ini diperkenalkan pertama kali ke publik oleh Tn. Li Hongzhi, tahun 1992 di Tiongkok.

Saat ini, latihan ini telah dilatih oleh lebih dari 100 juta orang, di lebih dari 114 negara, namun di negara asalnya, Tiongkok, latihan damai ini sedang dianiaya secara brutal oleh rezim komunis Tiongkok.

Informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi: www.falundafa.org atau Faluninfo.net

Sumber: ntd.tv