Erabaru.net. Tiga sahabat karib ini jatuh ke dalam sumur. Di saat kritis itu, untunglah ada seutas tali yang menggantung ke bawah.

Mereka meraih tali itu secara bersamaan dan memanjat naik ke atas.

Saat memanjat sampai di tengah dinding sumur, seseorang berkata dari atas, “Tali ini hanya bisa menahan beban dua orang, kalau tidak akan putus.”

Ketiga sahabat itu saling pandang. Beberapa saat kemudian, salah satu dari mereka mengendurkan tangannya.

ILUSTRASI. (Internet)

Dia jatuh ke bawah, memberikan harapan hidup kepada dua sahabat karibnya.

Dua sahabat itu meneteskan air mata sambil terus memanjat ke atas.

Ketika masih berjarak 1/3 dari mulut sumur, seseorang dari atas berkata lagi, “Sekarang, talinya hanya bisa menahan beban satu orang, jika tidak, akan putus.”

Kedua sahabat karib itu mencengkeram talinya, dan saling menatap.

ILUSTRASI. (Internet)

Hidup atau mati hanya beberapa langkah lagi, tapi tidak ada yang bersedia mengendurkan tangannya.

Setelah lama saling menatap dan berpikir, salah satu dari mereka kemudian langsung menjulurkan kakinya, menendang sahabatnya jatuh ke bawah!

Cerita singkat yang sederhana, orang yang berbeda memiliki persepsi hidup yang tidak sama dalam melihatnya.

Filsuf berkata, “Meski orang pertama telah meninggal, namun tetap hidup. Orang ketiga, meski hidup, tapi sudah meninggal.”

Taois mengatakan, “Melepaskan berarti mendapatkan. Orang pertama melepaskan genggaman talinya, mendapat sublimasi/naik ke tingkat yang lebih tinggi. Orang ketiga mencengkram tali itu, tapi akhirnya terperosok jatuh.”

Cerita rakyat mengatakan, “Orang pertama naik ke surga. Orang kedua masuk ke liang lahat,
Orang ketiga masuk ke neraka.”

Jadi, manusia seperti apa yang akan kamu pilih dari ketiga sosok orang di atas? (jhn/rp)

cmoney.tw

Share

Video Popular