Erabaru.net. Apakah Anda mendengar intuisi Anda? Kita semua memilikinya, tapi banyak dari kita yang mengabaikannya, bergantung pada intelektual untuk membuat keputusan. Steve Jobs pernah mengatakan bahwa intuisi lebih kuat daripada intelektual.

Tanyakan pada ibu muda ini dan ia pasti akan setuju. Intuisinya menyelamatkan hidup jabang bayinya.

Ketika Shannon dan suaminya mengetahui bahwa mereka sedang menantikan seorang bayi, mereka berdua benar-benar dipenuhi rasa kebahagiaan.

Mereka pun melakukan pemeriksaan USG rutin, dan tidak menduga akan ada sesuatu yang salah.

(Foto: YouTube Screenshot | The Doctors)

Lalu dokter menyampaikan berita yang membuat pasangan ini terguncang penuh ketakutan.

Dokter mengatakan bahwa rahimnya tidak ada embrio – dengan kata lain, tidak ada detak jantung, tidak ada bayi.

Jadi mereka pun melakukan tes demi tes, dan pasangan tersebut meninggalkan dokter untuk menunggu hasilnya.

Kemudian ada telepon yang menghancurkan semua mimpi mereka, seperti yang dikenang Shannon, “Dokter itu bilang, ‘maafkan saya, tapi kehamilanmu tidak hidup.”

Langkah selanjutnya adalah melakukan dilatasi dan kuretasi (D dan C) untuk membersihkan rahim dan mencegah infeksi. Kehamilan pun akan berakhir.

(Foto: Getty Images | John Fedele)

“Saya benar-benar kacau,” kata Shannon.

“Itu saat-saat yang sangat sulit. Tapi saya berpikir, ‘secara rasional, saya bisa memikirkan hal itu seperti orang yang logis. Tidak ada bayi, maka ia tidak akan berkembang, saya harus melakukan proses dilatasi dan kuretasi untuk menjaga kesuburan rahim dan mengurangi risiko apa pun terhadap diri saya.

“Tapi hati saya merasakan sesuatu yang lain. Hati saya merasa sepertinya saya sedang mengakhiri kehamilan yang sangat diinginkan’, yang ingin saya lakukan hanya menunggu,” katanya kepada suami dan dokternya.

(Foto: YouTube Screenshot | The Doctors)

Shannon tahu proses dilatasi dan kuretasi adalah prosedur normar, tapi intuisinya menyuruh agar ia tidak melanjutkan proses itu.

Share

Video Popular