Erabaru.net. Hartawan ini membawa tiga potong semangka dengan ukuran yang tidak sama.

Dia lalu meletakkan di depan anak muda, dan berkata, “Setiap potongan semangka ini mencerminkan manfaat tertentu, mana yang akan kamu pilih?”

“Yang paling besar,”jawab si anak muda.

ILUSTRASI. (Internet)

Hartawan itu mengambil yang paling besar untuk si pemuda, sedangkan dia mengambil yang paling kecil.

Dan dengan cepat, semangka itu pun habis dimakan si hartawan. Kemudian memakan lagi potongan terakhir.

Anak muda itu akhirnya mengerti. Meski semangka yang dimakan hartawan itu tidak besar, tapi menjadi jauh lebih besar saat disatukan!

Kesimpulan : Belajar melepaskan kepentingan di depan mata, baru bisa mendapatkan manfaat besar jangka panjang.

ILUSTRASI. (Internet)

“Lubang”

Seorang anak muda tanpa sengaja membakar karpet hotel, akibatnya karpet itu pun meninggalkan 3 lubang kecil.

Saat check-out, petugas hotel mengatakan bahwa sesuai peraturan hotel, setiap lubang itu harus diganti 100 ribu.

Pemuda : Yakin harus ganti 100 ribu setiap lubangnya ?

Petugas hotel : Ya.

Anak muda itu kemudian menyalakan rokok dan membakar tiga lubang kecil itu menjadi satu lubang besar.

Kesimpulan.

1. Dimana kriteria penilaian itu, disitu jugalah orang-orang bertindak.
2. Jangan menetapkan standar hanya berdasarkan dari sudut pandang sendiri.

”Laba-laba”

Seorang tentara melarikan diri ke gua setelah diserang oleh pasukan musuh. Dia bersembunyi di dalam gua dan berdoa agar tidak ditemukan oleh musuh.

Tiba-tiba lengannya disengat sesuatu. Ternyata seekor laba-laba, dan ia pun ingin membunuhnya saat itu.

Tiba-tiba terbersit rasa kasihan, lalu laba-laba itu pun dilepaskan.

Tak disangka, laba-laba itu merayap naik ke mulut gua dan memintal jaringnya di sekeliling mulut gua.

Musuh yang mengejarnya sampai di gua melihat jaring laba-laba yang masih utuh,
lalu berpikir tidak ada orang di dalam gua, kemudian pergi.

Kesimpulan : Sering kali, di saat membantu orang lain, kita sebenarnya juga membantu diri kita sendiri.

Jam tangan

Ayah kehilangan jam tangan, sambil menggerutu dia pun mencarinya dimana-mana.

Tapi tidak juga ditemukan setelah sekian lama mencarinya. Saat dia keluar, anaknya diam-diam masuk ke dalam rumah.

Tak lama kemudian dia menemukan jam tangan itu.Ayahnya bertanya, “Bagaimana kamu menemukannya, padahal ayah sudah mencarinya dimana-mana?

”Saya hanya duduk diam, di sini,” sahut anaknya.

Tak lama kemudian terdengar “tik tak tik tak” suara jam, jadi jam itu pun ditemukan.

Kesimpulan : Semakin panik dan cemas mencarinya. Semakin tidak akan dapat menemukan apa yang diinginkan.

Hanya dengan menenangkan diri, baru bisa mendengar suara hati. (hadapi segala sesuatu dengan sikap tenang)

ILUSTRASI. (Internet)

Share

Video Popular