Erabaru.net. Mungkin kamu pernah membaca kisah tentang tiga pekerja bangunan yang sangat klasik ini.

Berikut ini erabaru.net akan mengangkat sebuah cerita tentang tiga pekerja bangunan dan hikmahnya, semoga bermanfaat.

ILUSTRASI. (ruralking.com)

Kisah tentang tiga pekerja bangunan versi pertama

Ada tiga pekerja bangunan yang sedang bekerja membangun tembok.

Saat itu, seorang anak kebetulan lewat dan dengan penuh rasa ingin tahu ia pun bertanya kepada mereka, “Apa sih yang sedang kalian kerjakan?”

Pekerja pertama dengan ketus berkata, “Masa tidak tahu sih, kami sedang membangun tembok!”

Pekerja kedua mendongak dan berkata, “Kami sedang membangun rumah.”

ILUSTRASI. (Internet)

Sedangkan pekerja ketiga asyik dengan pekerjaannya sambil bernyanyi, wajahnya tampak tersenyum ceria dan dengan ramah berkata, “Kami sedang membangun rumah yang sangat indah. Tidak lama lagi, tempat ini akan berubah menjadi taman bunga yang indah. Orang-orang akan hidup bahagia di sini, siapa tahu orang tuamu mungkin akan tinggal disini nantinya.”

Sepuluh tahun kemudian, pekerja pertama masih tetap seorang tukang yang hanya bisa membangun tembok.

Pekerja kedua menjadi mandor bangunan, sedangkan pekerja ketiga menjadi seorang direktur sebuah perusahaan konstruksi skala besar dengan 20 tim manajemen konstruksi.

Sikap seseorang terhadap pekerjaan seringkali mencerminkan pandangan hidupnya, dan pandangan hidup seseorang seringkali menjadi faktor kunci dalam menentukan nasib mereka.
Kisah tentang tiga pekerja bangunan versi kedua

Suatu hari seorang reporter mengadakan liputan ke sebuah lokasi konstruksi, reporter bertanya kepada tiga pekerja dengan pertanyaan yang sama.

Dia bertanya kepada pekerja pertama tentang apa yang sedang dikerjakannya, pekerja itu pun menjawab tanpa menoleh, “Saya sedang membangun tembok.”

Kemudian ia bertanya pada pekerja kedua dengan pertanyaan yang sama, dan pekerja kedua ini hanya menjawab datar, “Saya sedang membangun rumah.”

Lalu sang reporter bertanya kepada pekerja ketiga dan menjawabnya, “Saya sedang membangun rumah yang indah untuk orang-orang.”

ILUSTRASI. (safetyauditproofing.com)

Reporter itu merasa jawaban ketiga pekerja bangunan itu sangat menarik, kemudian ia pun mencatat dalam liputannya.

Beberapa tahun kemudian, ketika reporter sedang menyusun catatan wawancaranya, tiba-tiba ia melihat ketiga jawaban itu.

Tiga jawaban yang tidak sama memberinya keinginan yang kuat untuk melihat bagaimana kondisi ketiga pekerja itu sekarang.

Reporter itu terkejut ketika melihat kondisi ketiga pekerja tersebut.

Pekerja pertama yang ditemuinya sekarang masih tetap sebagai tukang membangun tembok.

Ia tak menyangka perancang yang memegang gambar di lokasi konstruksi ternyata adalah pekerja kedua.

Sementara pekerja ketiga, repoter pun berhasil menemuinya, dan sekarang dia adalah bos sebuah perusahaan real estat, kedua pekerja yang seangkatan dengannya ketika itu sekarang bekerja untuknya.

Melihat masalah dari perspekstif yang berbeda, pandangannya juga tidak akan sama yang secara langsung menentukan masa depannya. (jhn/rp)

sundxs.com

Share

Video Popular