https://twitter.com/kaylanc9/status/936001154936426496https://t.co/Q9HUWS5BuJ

Kemarahan yang Berubah Menjadi Sarkasme

Setelah Locke menolak untuk menembak anjing itu, DiLallo bertanya kepadanya dengan sinis: “Jadi ketika akhirnya anjing itu mendapat apa pun yang ia mau, kita hanya duduk di sini menontonnya menghancurkan itu? Kucing-kucing akan mati juga? Bersama mobil saya?”

“Kami memanggil petugas khusus yang segera datang. Lagipula anjing itu sudah merusak mobil Anda, dan bumper depan sudah pasti harus diganti,” jawab Locke.

“Jadi mari kita teruskan membiarkan dia terus melakukannya,” DiLallo merespon. “Bumper itu tidak lepas 10 menit yang lalu. Anda tidak bisa melempar batu ke arahnya? Anda tidak bisa melakukan apa pun?”

“Baiklah, jika saya melempar batu ke arahnya, atau jika saya memukulnya dengan tongkat, dia akan berbalik, dia mungkin akan lari, mengejar orang lain,” kata Locke.

“Oh, jadi jika dia bisa mengejar orang lain, Anda tidak berpikir bahwa Anda harus menembaknya?” tanya DiLallo menanggapi.

“Anjing itu tidak bersikap agresif terhadap manusia sekarang,” kata Locke menjelaskan. “Saya mencoba menangkap anjing itu, oke?”

“Ada darah – dia jelas bukan anjing yang agresif. Hei semuanya, ia jelas tidak agresif sama sekali.”

DiLallo bertanya kepada petugas andai ia turun tangan sendiri dan mengambil pistol, andai dia bisa menembakkan anjingnya secara legal. “Ini milik saya yang sedang ia hancurkan,” katanya.

Locke mengatakan bahwa karena mereka berada di kompleks apartemen, mengeluarkan senjata api akan membuat situasi tidak aman dan ilegal bagi warga negara.

DiLallo menjawab, “Mungkin kita harusnya berhenti bicara dan menjauhkan anjing itu dari mobil saya?”

Share

Video Popular