26 Anak dan Satu Soal Pilihan…Belajar dari Kisah Tiga Orang Hebat yang Tak Disangka Seperti Apa Masa Lalunya

45
ILUSTRASI. (onekidsplace.ca)

Erabaru.net. Di sebuah kota kecil di pinggiran New Jersey, sebuah kelas berisi 26 murid dibawa ke kelas yang remang-remang di bagian paling ujung gedung sekolah.

Mereka semua memiliki riwayat yang memalukan. Ada yang mantan morfinis, ada yang pernah diseret ke lembaga pemasyarakatan, dan seorang gadis nakal yang pernah tiga kali menggugurkan kandungan dalam setahun.

Orangtua mereka tidak berdaya, guru dan sekolah juga hampir menyerah pada mereka.

Pada suatu hari, seorang guru perempuan bernama Vera bertugas sebagai konselor di kelas ini.

Pada hari pertama tahun ajaran baru, Vera tidak mengecam dan menunjukkan ketegasannya pada anak-anak seperti yang dilakukan oleh mantan guru-guru sebelumnya, tapi ia memberi satu soal pada mereka.

ILUSTRASI. (onekidsplace.ca)

Ada tiga kandidat, masing-masing adalah A, B dan C.

A : Percaya penyihir, ada dua gundik, punya riwayat merokok menahun, dan kecanduan alkohol.

B : Pernah dua kali diusir dari kantor, setiap hari baru bangun pada siang hari, setiap malam harus minum sekitar 1 kg Brandy dan memiliki catatan morfinis.

C : Eks pahlawan nasional dalam pertempuran, selalu mempertahankan kebiasaan vegetarian, suka dengan seni, dan kadang-kadang menenggak sedikit minuman keras, tidak pernah melakukan sesuatu yang ilegal semasa muda.

Pertanyaan yang diajukan Vera untuk anak-anak adalah seperti di bawah ini.

“Jika saya katakan, bahwa ada satu diantara ketiganya ini akan menjadi sosok orang hebat yang dikagumi, menurut Anda siapa orang itu? Coba tebak sejenak, akan seperti apakah nasib ketiga orang ini masing-masing di masa depan?”

Untuk pertanyaan pertama, tidak diragukan lagi, anak-anak pasti memilih C.

Untuk pertanyaan kedua, kesimpulan semuanya hampir seragam, nasib A dan B di masa depan pasti suram, kalaju bukan menjadi penjahat kambuhan, pasti orang tak berguna yang membutuhkan perawatan sosial.

Dan C, pasti sosok orang yang berbudi luhur, dan ditakdirkan untuk menjadi elite (sosok orang yang berkuasa/berpengaruh)

“Anak-anak, kesimpulan mungkin sesuai dengan penilaian pada umumnya, tapi faktanya adalah, kalian salah.”

Tiga orang ini sudah tidak asing lagi, mereka adalah tiga tokoh terkenal semasa Perang Dunia II.

A adalah Franklin D. Roosevelt, cacat fisik tapi tegar, Presiden AS selama 4 periode berturut-turut.

ILUSTRASI. Franklin D. Roosevelt (media.npr.org)

B adalah Winston Churchill, Perdana Menteri yang paling terkenal dalam sejarah Inggris.

ILUSTRASI. Winston Churchill. (artofmanliness.com)

C namanya sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu Adolf Hitler, seorang pemimpin fasisme yang membunuh jutaan nyawa tak berdosa semasa Perang Dunia II.

ILUSTRASI. Adolf Hitler(pbs.twimg.com)

Para siswa melongo sambil memandang Vera, mereka sama sekali tidak percaya mendengar penjelasan Vera.

“Anak-anak,” lanjut Vera mengatakan, “Hidup kalian baru saja dimulai, kesalahan dan rasa malu sebelumnya hanyalah cermin masa lalu, yang benar-benar bisa merepresentasikan adalah tindakannya sekarang dan masa depan. Semua orang tidak sempurna, bahkan orang hebat pun pernah melakukan kesalahan. Keluarlah dari bayang-byaang masa lalu, mulai sekarang, dan berusahalah melakukan sesuatu yang ingin kalian lakukan, dan kalian akan menjadi sosok orang yang hebat …”

Kata-kata Vera ini telah mengubah nasib 26 anak-anak!